TINGGAL SEBENTAR LAGI

“Ah Tuhan, ingatlah kiranya bahwa aku telah hidup di hadapanMu dengan setia dan dengan tulus hati dan bahwa aku telah melakukan apa yang baik di mataMu.” Kemudian menangislah Hizkia dengan sangat.” (2 Raja-Raja 20:3)

Ada pertanyaan: apa yang kita lakukan jika mengetahui umur kita tinggal sebentar lagi? Umumnya kita akan lebih banyak berbuat baik, lebih rajin ke gereja, berdoa, membaca Alkitab, mungkin bersenang-senang selagi masih ada waktu. Atau kita justru bersikap masa bodoh dan tidak memedulikan apa yang akan terjadi. Karena merasa masih hidup sampai hari ini dan tidak memikirkan yang terjadi kemudian.

Berbeda dengan artis Angelina Jolie, yang pernah diberitakan di media beberapa waktu lalu, ketika ia tahu umurnya sebentar lagi karena potensi penyakit kanker dalam dirinya. Dia membuang sejumlah bagian tubuhnya agar terhindar dari penyebaran kanker dan menyusun daftar keinginan pribadi (Sampai saat ini Angelina Jolie masih diberi kesehatan dan tetap berkarya).

Alkitab juga mencatat reaksi yang berbeda-beda ketika orang menghadapi kematian. Dari kitab ini kita membaca adanya reaksi dari dua orang yang sedang sekarat, Ahazia dan Hizkia. Ahazia memilih untuk menanyakan nasibnya pada dewa Baal-Zebub (2 Raja 1), sedangkan Hizkia memutuskan untuk memohon belas kasihan Tuhan (2 Raja-raja 20). Ahazia akhirnya mati sebelum memiliki keturunan (2 Raja-raja 1:17) dan Hizkia ditambahkan usianya. Ia menggunakan masa hidup tambahan itu untuk berkarya bagi kerajaan-Nya (2 Raja-Raja 20:20).

Banyak orang akan mempunyai reaksi yang berbeda ketika mengetahui masa hidupnya tinggal sebentar lagi. Ada yang panik dan ada yang terdorong memanfaatkan kesempatan yang masih ada untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan diri sendiri. Ada juga yang meratapi nasib dan mengeluh, bahkan ada yang marah terhadap sang Pencipta. Kemarahan tersebut dapat membuat jarak dengan Sang Pencipta. Namun, kita memiliki pilihan yang lain, yaitu menggunakan setiap waktu yang ada untuk mengenal Dia, mendekatkan diri padaNya, serta menjadi berkat bagi sesama. Dengan demikian tidak ada lagi jarak antara kita dengan sang pencipta. Bukan hanya karena waktu kita tinggal sebentar lagi sehingga buat kita jadi rohani tetapi kerena memang kita ingin mengenalNya lebih dekat lagi. Jadi, apa yang perlu di takuti bila waktu kita tinggal sebentar lagi? (CSB)

Refleksi:
Dalam persekutuan dengan Allah, tidak lagi jarak antara kita dan Allah serta tidak ada lagi ketakutan akan kematian.