THE FUTURE IS NOW

Selasa, 23 September 2014

THE FUTURE IS NOW
“Tetapi Yesus berkata: “Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunyaKerajaan Sorga.” (Matius 18:14)

Baru-baru ini ada sebuah seminar di Jakarta berjudul Christian Youth World 1.0 yang membahas segala hal tentang generasi muda. Generasi muda saat ini sering disebut sebagai ‘the next generation’ atau ‘our future’. Hal ini disebabkan asumsi kita bahwa generasi muda belum menjadi manusia yang seutuhnya. Padahal orang dewasa pun masih menjalani proses ‘on becoming’ sampai akhir hidupnya, bukan? Sebenarnya generasi muda pun sudah menjadi bagian dari kita saat ini, sehingga kita bisa katakan bahwa ‘the future is now’. Masa depan Universitas Kristen Maranatha sebenarnya sudah ada saat ini di dalam setiap mahasiswanya. Oleh karena itu perlu ada ‘investasi’ bagi mahasiswa yang membuat mereka bisa menjadi manusia seutuhnya. Hal ini tidak bisa dicapai hanya dengan proses belajar-mengajar yang bersifat akademis di dalam kelas.

Mahasiswa memiliki kemampuan luar biasa untuk menggerakkan kampus. Banyak penemuan dan pergerakan penting di dunia diciptakan oleh para mahasiswa yang masih duduk di bangku kuliah, misalnya Mark Zuckenberg sebagai salah satu dari lima pencipta Facebook. Hal yang menjadi pertanyaan besar sekarang adalah: apakah kampus kita sudah membantu generasi muda untuk menemukan potensi sejatinya, atau justru kondisi di kampus menjadi penghalang bagi mereka untuk melakukan hal besar bagi masyarakat? Jangan sampai kampus secara tidak sadar sudah menghalanghalangi generasi muda untuk mengenal Tuhan dan mengembangkan potensi diri dengan mengatasnamakan hal-hal yang sifatnya administratif dan akademis.

Setiap generasi memiliki ciri khas masing-masing yang memiliki kelebihan dan kekurangan, namun tidak ada satu generasi pun yang menganggap generasi lain lebih baik kualitasnya dibandingkan generasinya sendiri. Bahkan George Orwell (seorang novelis dan jurnalis) mengatakan bahwa setiap generasi selalu merasa lebih pintar daripada generasi sebelumnya dan lebih bijaksana daripada generasi berikutnya. Oleh karena itu, pengenalan terhadap ciri khas tiap generasi serta pengenalan kita
akan Tuhan sangatlah penting, sehingga kita tidak menjadi penghalang mereka. Biarkanlah mereka datang kepada-Nya dan menjadi manusia yang seutuhnya sehingga menjadi berkat yang memulihkan dunia. (II)

Refleksi:
Generasi muda adalah masa depan yang sudah Tuhan berikan bagi kita sekarang.