KASIH YANG MENGUBAHKAN

“Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati, ”Kuatkanlah hati, janganlah
takut! Lihatlah Allahmu akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran
Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu”
(Yesaya 35:1-10)

Perubahan berarti transformasi dari keadaan yang sekarang menuju keadaan yang diharapkan di masa yang akan datang; suatu keadaan yang lebih baik. Nabi Yesaya memberitakan kepada bangsa Yehuda yang hidup dalam pembuangan bahwa Allah akan mengubah hidup mereka menjadi lebih baik dari apa yang dialami saat itu. Kondisi orang-orang Yehuda saat itu digambarkan dengan istilah : ”padang gurun yang sunyi senyap, laksana padang kering dan padang belantara” artinya : harapan-harapan untuk hidup dan selamat sangat kecil sekali; kehidupan yang tidak mungkin dibuat oleh tangan manusia dan memang, setiap kali mereka berusaha mengubah hidup mereka, pasti selalu gagal.

Di tengah-tengah ketidakmungkinan terjadi perubahan inilah, Nabi Yesaya justru menegaskan bahwa orang-orang Yehuda akan mengalami sebuah perubahan yang
sangat besar dimana penderitaan, ratap tangis mereka akan berubah menjadi sorak sorai, hidup mereka yang kering dan gersang akan menjadi subur, hidup mereka yang tidak damai, menjadi sangat tentram. Demikian pula sakit penyakit akan dilenyapkan dari tengah-tengah mereka, sehingga yang buta akan melihat, yang tuli akan mendengar, yang lumpuh akan melompat seperti rusa dst. Tangan dan kuasa siapa yang mampu membawa perubahan sehebat itu? Ayat 4 menjawab pertanyaan ini dengan sangat jelas bahwa hanya TUHANlah yang sanggup membawa perubahan. “Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati, ”Kuatkanlah hati, janganlah takut! Lihatlah Allahmu akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu.”

Kegagalan Adam dan Hawa dalam menaati perintah Allah di taman Eden menyebabkan semua manusia berdosa. Kejatuhan manusia ke dalam dosa merupakan sejarah kegagalan terbesar manusia. Namun Allah berkenan kepada manusia, Ia mengampuni, Ia menutupi semua dosa, Ia meredakan murka-Nya, Ia menghidupkan kembali, Ia memberi sukacita, Ia menunjukkan kasih setiaNya, Ia menyelamatkan, Ia memberi damai dan keadilan. Hanya kasih Allah di dalam Yesus Kristus yang dapat mengubah hidup manusia. Hanya kasih Allah yang dapat menjadikan saudara dan saya berubah ke arah yang lebih baik dan lebih sempurna. (YG)
Refleksi: Dunia menawarkan kasih namun hanya kasih Kristus yang sanggup menyelamatkan dan mengubahkan.