MELIHAT DENGAN MATA TUHAN

Kamis, 25 September 2014

MELIHAT DENGAN MATA TUHAN
“Lalu Allah berfirman: ”Engkau sayang kepada pohon jarak itu, yang untuknya sedikit pun engkau tidak berjerih payah…Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Niniwe,… yang semuanya tidak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri…” (Yunus 4:10-11)

Yunus adalah seorang yang dipilih Tuhan untuk pergi ke Niniwe untuk menegur bangsa yang melakukan kejahatan. Dengan melalui beberapa peristiwa, Yunus pun akhirnya pergi ke Niniwe dan menyampaikan teguran agar mereka bertobat. Teguran Yunus rupanya dihiraukan oleh bangsa Niniwe. Bangsa tersebut bertobat dan Tuhan mengurungkan malapetaka yang seharusnya menimpa bangsa tersebut.

Peristiwa yang dialami oleh Yunus mengajarkan kita. Betapa Tuhan mengasihi bangsa Niniwe. Yunus berkeberatan pergi ke Niniwe karena dia tidak mengerti mengapa Tuhan mau menegur bangsa Niniwe. Mengapa Tuhan tidak menghukum mereka langsung. Yunus hanya bisa melihat bangsa tersebut dari luar saja, dari tingkah laku mereka. Tapi Tuhan mengasihi ciptaanNya. Tuhan mencoba menjelaskannya kepada Yunus melalui pohon jarak yang tumbuh dan mati. Tuhan menjelaskan kasihnya dalam Yunus 4:10-11 “ ..Engkau sayang kepada pohon jarak itu, yang untuknya sedikit pun engkau tidak berjerih payah…Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Niniwe,… yang semuanya tidak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri..”

Sebagai manusia yang tidak sempurna, sering kita menghakimi orang lain hanya dari perilaku luarnya saja. Seperti Yunus, bahkan kita suka bertanya mengapa Tuhan membiarkan orang-orang yang kita anggap jahat bertahan hidup.

Dilihat dari mata Tuhan, setiap ciptaanNya berharga. Tuhan memelihara ciptaanNya. Dengan jerih payah Tuhan menumbuhkan dan mengajarkan jalanNya kepada ciptaanNya.

Tuhan mengasihi ciptaanNya demikian pula kita seharusnya mengasihi ciptaanNya. (AS)
Refleksi :
Sudahkah kita melekatkan hati kita dengan hati Tuhan: mengasihi semua manusia ciptaanNya?