TIGA KESALAHAN

“Setiap orang yang mau mengikut AKU, ia harus menyangkal dirinya, memikul
salibnya dan mengikut Aku”
(Matius 16:21-26)

Dalam ayat bacaan di atas, dikisahkan tentang Yesus yang sedang menceritakan kepada murid-muridNya apa yang akan terjadi nanti, yaitu bahwa DIA harus menderita sengsara dan mati di atas kayu salib. Petrus, sang murid yang berapi-api segera menunjukkan respons atas perkataan Yesus. Tetapi sayang sikap dan perbuatan Petrus ternyata keliru di mata Yesus, sehingga dengan keras ia dihardik oleh gurunya. Tiga kesalahan Petrus menjadi ciri dari sebagain besar sikap orang percaya.

1. TIDAK MAU MEMIKUL SALIB
Petrus menarik Yesus ke samping dan berkata bahwa Yesus tidak boleh menjalani semua penderitaan itu. Gambaran anak Tuhan yang tidak mau menderita karena pikul salib. Mereka tidak mau mengalami pergumulan/masalah dalam perjalanan imannya. Ingin hidup kekristenan yang nyaman dan bebas hambatan. Cari berkat dan tidak mau pikul salib. Firman Tuhan tidak mengajarkan bahwa hidup hanya dipenuhi dengan berkat-berkat, sukses, kaya, dll. Tetapi Tuhan juga mengajar bahwa akan ada salib yang harus dipikul.

2. MOTIVASI YANG SALAH
Mengapa Petrus melarang Yesus untuk disalibkan? Sebab ia berpikir bahwa jika Yesus disalibkan, maka ia tidak akan dapat ditolong dan dikenyangkan lewat mujizat-mujizat yang Yesus kerjakan. Banyak orang percaya beribadah kepada Tuhan hanya semata-mata karena ingin diberkati jasmaninya. Yesus dijadikan sarana untuk kaya, berhasil, dan mendapatkan jabatan, keamanan.

3. LEBIH MENGUTAMAKAN LOGIKA DARIPADA KEBENARAN FIRMAN TUHAN
Saat Petrus mendengar pemberitahuan Yesus tentang penderitaan dan kematian- Nya, pikiran Petrus terlalu terbatas dan manusiawi. Menurut logika Petrus, salib harus dihindari; menurut akal Petrus, kematian di salib adalah suatu kemalangan bahkan kutuk. Banyak kali, orang percaya ketika menghadapi masalah/pergumulan; cenderung menggunakan akal dan kekuatan sendiri untuk menganalisis dan mencari jalan keluar daripada bertanya kepada Tuhan (YG).

Refleksi:
Buatlah agar aku menghayati sengsara-Mu ya Tuhan, agar dapat mengenal keindahan yang benar, serta kasih abadi, yang akan membuat iman kepercayaanku penuh tanpa keraguan.