KEBESARAN HATI

Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil”
(Yohanes 3:30)

Petinju Mohammad Ali ternyata tidak hanya dikenal sebagai ‘Si Mulut Besar’,namun ia juga memiliki jiwa yang besar dan kecintaan terhadap sesama. Disebut ‘Si Mulut Besar’ karena setiap kali Ali naik ring, dia selalu memotivasi diri dengan kalimat-kalimat yang membangkitkan semangat, seperti ‘Saya hebat!’, ‘Sayamampu bertanding dengan baik!’, Saatnya saya menjadi yang terbaik!’. Mungkin metode ini terkesan sombong tapi itulah yang dilakukan Ali sebelum ronde pertama dimulai. Bahkan masa mudanya Ali terkenal sangat sombong. Namun seiring dengan bertambahnya usia, teman-teman pergaulan yang bertambah luas, serta tingkat kematangan berpikir memproses seorang Ali menjadi rendah hati dan berjiwa besar. Hingga pada akhirnya ia harus berjuang melawan penyakit Parkinsonnya, dia tetap menjalankan misi-misi sosial dan kemanusiaan.

Charles Dickens pernah memberikan pernyataan tentang siapakah sebenarnya orang yang disebut terbesar itu. Ia berkata, “Ada orang besar yang menjadi besar denganmcara mengecilkan dan merendahkan orang lain. Tetapi, seorang besar sejati adalah seorang yang mampu membuat setiap orang merasa dirinya besar.” Hampir setiap orang ingin menjadi nomor satu dan terkemuka. Tidak semua orang mempunyai kebesaran hati untuk menjadi orang nomor dua.

Yohanes Pembaptis memahami benar arti sebuah kebesaran sejati. Di saat begitumbanyak orang mulai ribut dan membanding-bandingkannya dengan Yesus, Yohanes Pembaptis justru menunjukkan kebesaran hatinya. Pernyataannya bahwa Yesus harus makin besar, tetapi ia harus makin kecil menunjukkan betapa ia tidak berusaha membesarkan dirinya sendiri. Ia tahu panggilan Tuhan baginya sebagai pembuka jalan bagi Mesias yang akan datang (ay. 28). Tujuan hidupnya adalah mengarahkan hati orang-orang kepada Yesus, Sang Mesias, dan bukan kepada dirinya sendiri.

Bagaimana dengan kita? Bagaimana reaksi kita ketika di hadapan kita berdiri orangorang yang siap menggantikan posisi kita? Apa reaksi kita ketika banyak orang mulai membanding-bandingkan kemampuan kita dengan orang lain? Apakah kita mulai terganggu? Seorang besar sejati tentu tidak akan terganggu dengan semua itu. Sebaliknya, ia akan menunjukkan kebesaran hatinya untuk membuat orang lain merasa dirinya besar. Ia akan memberi dukungan dan turut senang dengan keberhasilan orang lain.(YG)
Refleksi: Seorang yang memiliki kebesaran hati akan terbebas dari godaan untuk bersaing.