RESPON ATAS KEBAIKAN ALLAH

“ aku suka melakukan kehendak-Mu , ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku” (Mazmur 40:8)

Apa perasaan anda ketika berada dalam keadaan terjepit kesulitan hidup, lalu datanglah pertolongan dari seseorang? Tentu pertolongan itu menjadi sesuatu yang sangat melegakan sekali bukan? Pastinya anda sangat berterima kasih terhadap orang tersebut. Anda mungkin akan bersedia melakukan apapun untuk membalas kebaikannya. Perasaan yang sama juga diungkapkan oleh Daud terhadap Tuhan. Mazmur 40 adalah ungkapan hati Daud atas keselamatan yang telah dinyatakan oleh Tuhan atas hidupnya. Sikap dan perilaku Daud merupakan teladan bagi kita. Dia sadar bahwa ketika dia mencari pertolongan Allah, Allah telah mengangkat dia dari lobang kebinasaan, dari lumpur rawa, serta menempatkan dia di tempat yang aman.

Pertolongan Allah dalam hidupnya membuat Daud memiliki alasan baru untuk memuji Allah. Pengalaman mendapat pertolongan Tuhan itu juga membuat Daud semakin mempercayai Allah. Pengalaman itu juga membuat Dia memiliki kerinduan untuk bersaksi tentang perbuatan Allah yang ajaib, keunggulan Allah, keadilan Allah, kesetiaan Allah, kasih Allah, dan kebenaran Allah. Dari satu sisi, Daud menyadari kesalahan atau dosanya. Dari sisi lain, Daud juga menyadari rahmat (belas kasihan) Allah. Kesadaran akan pertolongan Allah pada masa lampau serta pengenalan akan Allah membuat Daud selalu bersandar dan berharap kepada pertolongan Allah dalam hal-hal yang menyangkut masa depannya. Daud mengingat salinan Taurat yang diberikan kepadanya ketika ia dinobatkan sebagai raja. Dan ini menyiratkan tanggung jawab besar yang diberikan Allah kepadanya. Di sini Daud menyatakan bahwa ia tunduk terhadap Taurat yang diterimanya itu. Penulis Ibrani menafsirkan ucapan Daud di sini sebagai ramalan datangnya sang Mesias (Ibrani 10:5-7)

Raja Daud sungguh menyadari begitu banyak hal yang Tuhan telah perbuat dalam hidupnya. Perbuatan/kebaikan Tuhan terhadap Daud tidak terhitung dan Allah melakukan hal-hal yang ajaib. Hal-hal Ajaib disini melihat kembali bagaimana Daud dalam tahun-tahun pengasihan, hidup yang selalu diburu, dikejar-kejar untuk dibunuh, dan jauh sebelumnya keajaiban pada waktu Daud masih remaja diperhadapkan dengan Goliat, sehingga hal ini dapat dikatakan karya Tuhan yang begitu indah dan ajaib, dan semuanya begitu nyata dan banyaklah rencana-rencana Allah yang begitu agung dan mulia. Raja Daud bertekad untuk mengabarkan keadilan Tuhan, kesetiaan Tuhan, kasih Tuhan, kebenaran Tuhan, dan keselamatan dari
Tuhan. (RCM)

Refleksi:
Persembahkanlah hidupmu sebagai respon atas kebaikan Allah