TUHAN UNTUK SEMUA

Jumat, 26 September 2014

TUHAN UNTUK SEMUA
“ Sesungguhnya.. Allah tidak membedakan orang. Setiap orang dari bangsa mana pun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya… Yesus Kristus, adalah Tuhan dari semua orang”
(Kisah Para Rasul 10:34-36)

Tiga orang asing datang mencari Petrus. Ketiga orang tersebut mengajak Petrus untuk datang ke rumah Kornelius, seorang perwira pasukan yang disebut pasukan Italia. Adapun Kornelius bukanlah keturunan Yahudi.

Apabila Tuhan tidak memperingati Petrus, mungkin Petrus akan mengacuhkan ketiga orang asing tersebut. Karena ada larangan keras bagi seorang Yahudi untuk bergaul dengan orang-orang yang bukan Yahudi atau masuk ke rumah mereka. ”Tetapi Allah telah menunjukkan kepadaku, bahwa aku tidak boleh menyebut orang najis atau tidak tahir” (Kis 10:28). Maka Petrus pun mengikuti ke tiga orang asing tersebut untuk mengunjungi rumah orang non Yahudi.

Setelah Petrus datang ke rumah Kornelius, tampaklah seluruh keluarga Kornelius telah menanti Petrus untuk menyampaikan kabar tentang Yesus Kristus. Akhir dari peristiwa ini adalah peristiwa pembaptisan keluarga Kornelius yang percaya.

Pengalaman Petrus mengajarkan kepada kita untuk tidak membedakan manusia. Dari suku mana pun dia berasal, di mata Tuhan semua orang berharga. Siapakah kita, bisa mengatakan seseorang najis atau pendosa? Kabar keselamatan adalah untuk semua orang. (AS)

Refleksi :
Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan untuk semua orang.