MENYERAHKAN HIDUP BAGI KRISTUS

“ namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.” (Galatia 2:20)

William Tyndale (±1494 – 1536) adalah seorang pembaharu Protestan pada abad ke-16 dan cendekiawan yang menerjemahkan Alkitab ke Bahasa Inggris Baru Awal pada masanya. Walaupun ada beberapa kitab dalam Alkitab yang telah diterjemahkan sebagian atau lengkap dalam bahasa Inggris Kuno pada sekitar abad ke-14, terjemahan Tyndale adalah yang pertama yang diterjemahkan langsung dari naskah dalam bahasa Ibrani dan Yunani, dan yang pertama kalinya dalam sejarah sebagai terjemahan yang diperbanyak menggunakan mesin cetak sehingga dapat dibagikan secara luas. Pada tahun 1535, Tyndale ditangkap, dipenjarakan di kastil Vilvoorde di luar Brussel selama lebih dari setahun, diadili atas tuduhan ajaran sesat, dan dieksekusi dengan cara dibakar. Sebagian besar karya Tyndale pada akhirnya menjadi bagian dari Alkitab Versi Raja James (atau “King James Version”) yang dipublikasikan pada 1611. Alkitab Versi Raja James ini dikerjakan oleh 54 cendekiawan independen, ditujukan untuk merevisi edisi bahasa Inggris yang ada pada saat itu, dan naskahnya diambil sebagian besar dari terjemahan Tyndale. Hidup Tyndale seluruhnya diserahkan demi Kristus

Paulus tahu benar bahwa hidup yang dia sekarang miliki adalah milik dari Tuhan. Kehidupan seseorang sebelum/diluar Tuhan adalah hidup dalam perbudakan dosa hal ini berarti dosa menguasai dan menjadi tuan dari seseorang yang hidup diluar Kristus. Satu-satunya cara supaya seorang budak bisa dibebaskan adalah jika ada seseorang yang mau membeli budak tersebut. Yesus mati menyerahkan dirinya menjadi tebusan bagi kita, supaya kita yang beriman kepada Kristus dilepaskan dari kuasa dosa dan kemudian dijadikan milik Tuhan. Inilah alasannya mengapa Paulus berkata bahwa hidup yang dia jalani sekarang adalah hidup bagi Kristus; dia bukan hidup bagi dirinya sendiri, namun Kristuslah yang hidup dalam diri Paulus.

Kelepasan dari perbudakan dosa memang aspek penting dalam karya penebusan Kristus, namun ada aspek lainnya yang juga tidak kalah penting dari karya penebusan Kristus, yakni kita dibebaskan dari perbudakan dosa supaya kita menjadi milik Allah dan supaya kita melayani Allah. Ini menegaskan kepada kita tujuan dari karya penebusan Kristus; kita dibebaskan dari dosa bukan supaya kita menjadi orangorang yang kemudian hidup sebebas-bebasnya bagi diri kita sendiri, namun untuk hidup bagi Allah dan melayani Dia. (RCM)

Refleksi:
Seluruh kehidupan kita adalah milik Kristus