SOLIDARITAS SEBAGAI WUJUD KESETARAAN

“Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan
orang yang menangis!”
(Roma12:15)

Kesetaraan manusia berarti manusia sebagai makhluk Tuhan memiliki tingkatan atau kedudukan yang sama. Tingkatan atau kedudukan yang sama bersumber dari pandangan bahwa semua manusia tanpa dibedakan adalah diciptakan dengan kedudukan yang sama yaitu sebagai makhluk mulia dan tinggi derajatnya dibandingkan dengan makhluk lain. Di hadapan Tuhan semua manusia memiliki derajat, kedudukan, atau tingkatan yang sama. Dalam konteks sosial, kesetaraan manusia dapat ditegakkan dengan solidaritas.

Salah satu kualitas yang harus dimiliki oleh setiap anggota tim sepakbola adalah solidaritas dan adanya saling ketergantungan antara satu dengan yang lain. Tanpa solidaritas, sebuah tim sepakbola tidak akan berjalan efektif. Bahkan, tanpa solidaritas dengan mudahnya tim itu terpecah belah dan kemasukan gol. Solidaritaslah yang membuat satu tim bisa tertawa bersama-sama, atau bahkan bisa menangis bersama. Solidaritas membuat mereka yang sedang jatuh tidak lagi tergeletak sebab ada tangan-tangan yang akan memegang, menopang, dan memeluk. Solidaritas membuat mereka yang bersedih tidak merasakan kesedihan itu seorang diri sebab selalu tersedia bahu tempat untuk bersandar, menangis, dan berbagi hidup.

Kita seharusnya memiliki solidaritas yang tinggi dalam sebuah tim. Baik itu tim di tempat kerja, tim di rumah, dan keluarga, tim dalam komunitas masyarakat, terlebih lagi tim di dalam pelayanan baik di kampus maupun di lingkungan. Hanya dengan cara seperti inilah keutuhan sebuah tim akan terus terjaga, semua yang sedang dikerjakan tim menjadi efektif dan tujuan yang ditetapkan pun akan lebih mudah tercapai. Tanpa solidaritas, sebuah tim bukanlah tim. Lihatlah ke sekeliling kita, siapa tahu ada yang membutuhkan tempat berbagi. Tawarkanlah dan berikan bantuan.

Solidaritas yang maksudkan tentu seperti Tuhan Yesus. Ia telah memberikan teladan tentang solidaritas karena Ia mau mengosongkan diri-Nya, mengambil rupa sebagai hamba, dan menjadi sama dengan manusia (Filipi 12:6-7).(RTM)
Refleksi:
Sahabatku, mari kita bersolidaritas kepada sesama sebagai panggilan kita dan untuk meneladani Tuhan Yesus.