JANGAN MAIN HAKIM SENDIRI

“Siapakah kamu, sehingga kamu menghakimi hamba orang lain? Entahkah ia
berdiri, entahkah ia jatuh, itu adalah urusan tuannya sendiri. Tetapi ia akan tetap
berdiri, karena Tuhan berkuasa menjaga dia terus berdiri.”
(Roma 14:4)

Menurut KBBI, menghakimi mengandung arti (1) ‘orang yang mengadili perkara,’ (2) ‘pengadilan’ dan (3) ‘juri’, ‘penilai.’ Menghakimi dapat diberikan pula pemaknaan yang lain, yaitu mereka yang menghakimi sebagai ’orang pandai, budiman dan ahli; orang yang bijak.’ Ditinjau dari pemaknaan tersebut, dapat disimpulkan bahwa menghakimi adalah suatu tindakan yang dilakukan untuk menentukan sesuatu itu benar atau salah. Itulah sebabnya dalam sebuah pengadilan dikenal sebutan “hakim”di mana ia berperan menghakimi suatu perkara. Jika tidak ada hakim, tidak ada seorang pun yang memiliki wewenang menentukan mana yang benar dan salah. Sebagai akibatnya semua orang akan merasa benar dan tidak ada yang salah. Jika demikian, hidup manusia akan sama seperti di masa hakim-hakim dimana manusia melakukan apa yang baik menurut pandangannya, “setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri”(Hakim-Hakim 21:25).

Tugas kita sebagai murid Kristus sama seperti seorang ayah dalam sebuah keluarga. Seorang ayah tentu wajib memberitahu anak-anaknya apa yang baik dan benar. Di samping itu, sang ayah mengingatkan mereka hal-hal buruk yang tidak boleh dilakukan. Akan sangat buruk bagi anak-anaknya jika seorang ayah hanya memberitahukan hal-hal benar saja tanpa memberitahukan hal-hal buruk yang perlu dihindari. Oleh karena itu, seorang ayah yang baik tidak akan henti-hentinya memberitahu anak-anaknya siapa yang bisa diikuti dan dijadikan sebagai teman, serta siapa yang harus dijauhi karena kelakuan buruk dan kejahatannya. Itulah tugas seorang ayah dalam mendidik anak-anaknya. Tindakan itu baik bagi sang ayah dan sangat baik bagi anak-anaknya. Sekarang tugas kita janganlah menghakimi sesama, tetapi kita memiliki tugas yang lebih penting, yaitu selalu mengingatkan keluarga, rekan kerja, dan masyarakat di lingkungan sekitar untuk menjauhkan diri dari hal-hal buruk, keliru, dan mengajarkan apa yang benar.(RTM)

Refleksi:
Jangan menghakimi sesama, tetapi yang wajib kita lakukan ialah mengajarkan hal yang benar.