FILADELFIA

“Peliharalah kasih persaudaraan!”
(Ibrani 13:1)

Tanpa direncanakan, suatu kali saya dan seorang ibu, dalam rangka pelayanan ke daerah transmigrasi, berkunjung ke sebuah persekutuan di Dumai, Pekanbaru. Saya diberkati dengan apa yang saya dapati disana. Anggota persekutuannya sungguh beragam. Mulai dari pimpinan perusahaan, karyawan biasa, bahkan pembantu rumah tangga. Mereka yang sudah mapan, yang sedang mencari pekerjaan , hingga yang masih kuliah turut dalam persekutuan itu. Bukan hanya dari pekerjaan atau status, tetapi juga terdiri dari suku atau etnis yang berbeda. Latar belakang mungkin berbeda, tingkat kedewasaan dan sebagainya juga berbeda. Tantangan hidup yang dihadapi berbeda, namun disana semuanya menjadi satu, sebagai saudara seiman, menjadi satu keluarga, bersama-sama memuji dan menyembah Tuhan, berbagi firman, kesaksian, pengalaman. Begitu akrab, begitu erat, sesuatu yang sangat jarang kita dapati dalam pola kehidupan masyarakat secara umum yang cenderung berkelompok dengan orang-orang yang memiliki persamaan baik dari segi usia, pekerjaan, status sosial dan sebagainya. Di sana mereka mengedepankan sebuah persamaan yang jauh lebih penting, dan dipandang indah di mata Tuhan, yaitu sama-sama saling bersaudara di dalam Kristus. Filadelfia, itu kata yang menggambarkan kasih persaudaraan seperti yang dipakai dalam Alkitab. Filadelfia berasal dari kata Fhileo yang artinya sebuah kasih tulus dan murni tanpa menuntut imbalan apa-apa, dan Delfho yang artinya suatu kerahiman yang membuat sebuah ikatan persaudaraan yang erat. Jika digabungkan maka Filadelfia berarti Kasih Persaudaraan. Ini adalah sebuah hal yang sangat penting di mata Tuhan, yang menuntut kita menyingkirkan segala perbedaan-perbedaan yang bersifat duniawi tetapi kemudian bersatu dalam kasih sebagai satu keluarga, sesama saudara dalam Kristus. Penulis Ibrani menyerukannya dengan ringkas, tegas dan jelas: “Peliharalah kasih persaudaraan!” (Ibrani 13:1). Inilah bentuk ikatan yang dikehendaki Tuhan. Latar belakang boleh berbeda, ras, suku, status,tingkat pendidikan dan sebagainya boleh berbeda, tetapi dalam Kristus semuanya bersaudara.

Di kampus kita temukan banyak orang yang berbeda status, ras, etnis, tingkat
pendidikan bahkan agama. Walaupun demikian mereka adalah bagian dari keluarga besar Universitas Kristen Maranatha. Kita semua adalah saudara(IH)
Refleksi:
Kita semua bersaudara, dengan demkian marilah kita saling mengasihi