MENINDAS ORANG LEMAH BERARTI MENGHINA ALLAH

“Siapa menindas orang yang lemah , menghina Penciptanya, tetapi siapa menaruh
belas kasihan kepada orang miskin, memuliakan Dia.”
(Amsal 14:31)

Sudah menjadi pemandangan umum di negeri kita terdapat kecenderunganorang kuat menindas yang lemah. Yang kuat akan menguasai yang lemah. Yang lemah akan melayani yang kuat dan dengan terpaksa mengabdikan hidupnya kepada yang kuat. Fenomena itu memungkinkan kita menyaksikan ada orang yang teraniaya, tertindas, ternista, dan miskin. Oleh karena orang yang seharusnya menolong, justru mengakali dan memerasnya, seperti buruh yang bekerja dengan upah serendah mungkin, supaya majikan bisa mendapatkan keuntungan sebesar mungkin. Berdasarkan fakta, orang yang kuat cenderung memanfaatkan yang lemah. Orang kuat justru senantiasa mencari cara untuk mendapatkan keuntungan dari kaum lemah. Ketahuilah bahwa penindasan, penistaan, dan penganiayaan terhadap kaum lemah merupakan perbuatan yang menghina Tuhan.

Apabila orang kuat itu hidup di dalam Tuhan, justru Tuhan memberi amanat dan tugas panggilan untuk menanggung kelemahan orang yang tidak kuat, dengan mengesampingkan segala kesenangan dan keuntungan kita sendiri. Menolong yang lemah adalah kewajiban setiap anak Tuhan. Dengan demikian, menolong dan mengangkat yang lemah merupakan tindakan yang memuliakan Tuhan. Tuhan mengatakan kita yang kuat wajib menanggung yang lemah. Wajib itu berarti harus dilakukan.

Dalam pekerjaan pun, apabila kita mendapati rekan kerja yang lemah, kita pun bisa menerapkan konsep yang sama, yaitu memberdayakan yang lemah dengan memberikan pelatihan dan bimbingan agar rekan kerja kita itu dapat dapat mengatasi kelemahan dan kesulitannya. Kita pun dapat memberikan bimbingan untuk menolongnya supaya lebih maju, dengan memberikan kursus-kursus keterampilan yang dapat meningkatkan penghasilannya. Juga kita dapat memberikan pendampingan sebagai orang yang berpengalaman dan kompeten di bidangnya, sampai orang tersebut dapat maju berkembang.(RTM)

Refleksi:
Saya akan berusaha untuk menolong dan mendampingi yang lemah sehingga dapat menjadi kuat di dalam Tuhan agar hidup kita menjadi berkat.