SAHABAT YESUS

“Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan
kepadamu.” (Yohanes 15:14).

Lagu berjudul “What a Friend We Have in Jesus”, lagu yang ditulis sudah sangat lama pada pertengahan abad 1800-an oleh Joseph Scriven ini menegaskan bahwa Yesus adalah sahabat sejati yang paling luar biasa yang bisa kita temukan. Manusia kadang kala bisa mengecewakan kita, tetapi Tuhan yang begitu besar kasihNya, bahkan telah menebus kita semua agar bisa selamat masuk ke dalam KerajaanNya kelak. Lagu ini menegaskan bahwa Dia rindu untuk menjadi sahabat kita. Seorang sahabat berbeda dengan teman yang bisa datang dan pergi kapan saja. Seorang sahabat yang sejati akan selalu berusaha hadir bersama kita menjadi pendengar yang baik, menghibur, menguatkan dan memberi bantuan di kala kita butuhkan. Dan bentuk persahabatan seperti itulah yang diulurkan Tuhan kepada kita.

Tuhan sendiri melalui Kristus telah membuka diri untuk menjadikan kita sahabatsahabatNya. Dengan segala keistimewaan yang bisa kita dapatkan dari seorang sahabat di dunia, kita bisa mendapatkan jauh lebih dari itu lewat sosok Allah yang tak terukur dan tak terbatas kasih setiaNya. Yesus sendiri sudah mengatakan hal itu. “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya” (ayat 13)

Kita mendapat kehormatan sebagai sahabatNya apabila kita menuruti dan melakukan perintahNya. Apa yang diperintahkan Yesus sebenarnya tidaklah banyak, dan itu bisa kita baca dalam ayat sebelumnya. “Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.” (ay 12).

Jika kita melakukan apa yang Dia perintahkan kepada kita, maka kita memperoleh kehormatan yang teramat sangat istimewa yaitu menjadi sahabat Yesus. Ada banyak sahabat Yesus di sekitar kita, dengan demikian kita bisa membangun suatu persekutuan sahabat Yesus. Itulah gereja Tuhan, persekutuan para sahabat Yesus, yang dikasihi Yesus dan yang saling mengasihi. Warga Universitas Kristen Maranatha adalah bagian dari umat yang Tuhan kasihi, tetapi tidak semuanya dapat disebut sebagaisahabat Yesus apabila mereka tidak melakukan apa yang Tuhan perintahkan yaitu saling mengasihi.(IH)
Refleksi:
Gereja Tuhan adalah persekutuan para sahabat Yesus apabila mereka saling mengasihi.