JADILAH SAHABAT

“Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran” (Amsal 17: 17)

Mencari sahabat itu susah-susah gampang. Bagi sebagian orang yang beruntung, mereka bisa memiliki banyak sahabat yang tidak saja hadir di kala senang, tetapi juga ada di waktu susah. Sebagian orang lagi masih
kesulitan untuk bisa mendapatkan teman berbagi sebagai sahabat yang sejati. Ada yang memang kesulitan untuk membuka diri dan bergaul, tetapi ada pula yang masih tetap kesulitan meskipun mereka sudah membuka pintu persahabatan denganorang lain. Seorang anak pernah mendefinisikan sahabat sebagai “seseorang yang tetap menyukai kita meskipun telah mengetahui segala sesuatu tentang diri kita” Semakin kita terbuka, semakin menjauh teman-teman kita. Semakin hari manusia semakin bersikap individualis. Manusia cenderung semakin tidak peduli terhadap sesamanya dan hanya mementingkan dirinya sendiri.

Dan hari-hari ini kita melihat begitu banyak orang yang merasa kesepian, merasa sendirian dalam memikul beratnya beban kehidupan. Kesunyian begitu mencekam, sedih rasanya ketika mendapati bahwa tidak ada lagi siapapun yang peduli terhadap penderitaan mereka. Mereka memerlukan seorang sahabat, orang yang mau menemani dia ketika semua orang meninggalkannya. “Seorang sahabat adalah orang pertama yang menemani kita ketika seluruh dunia meninggalkan kita” (Henry Durbanville)

Amsal 17: 17 menungkapkan seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu. Memiliki sahabat yang selalu mendampingi kita dalam segala keadaan merupakan berkat yang sangat berharga dalam kehidupan. Dukungan, penghiburan, dan penguatan seorang sahabat sangat dibutuhkan ketika beban hidup yang berat menimpa kita.

Ada banyak orang di sekitar kita yang berbeban berat dalam kehidupannya. Ia membutuhkan seorang sahabat. Persahabatan harus dimulai dari diri kita. Kita harus berinisiatif mengembangkan hubungan dengan orang lain. Perlakukan orang lain, sebagaimana kita ingin diperlakukan. Jika Anda ingin punya sahabat, Anda harus terlebih dahulu menjadi sahabat. Ketika Anda menjadikan dia sebagai seseorang sahabat, maka Anda pun jadi sahabat buat dia. Kemudian, Anda dapat pula jadikan sahabat dia menjadi sahabat Anda atau ia dapat menjadikan sahabat Anda sebagai sahabatnya juga.(IH)

Refleksi:
Aku pergi untuk mencari seorang sahabat, tetapi tak kutemukan seorang juga. Aku pergi untuk menjadi seorang sahabat, dan kutemukan sahabat dimana-mana.