INGIN PUNYA SAHABAT?

“Ada teman yang mendatangkan kecelakaan, tetapi ada juga sahabat yang lebih karib dari pada seorang saudara” (Amsal 18: 24)

Walter Winchell, seorang wartawan dan juga komentator radio kenamaan Amerika berpendapat tentang arti seorang sahabat: “Sahabat adalah seseorang yang menghampiri Anda, menemani Anda, di saat orang lain meninggalkan Anda.” Artinya seorang sahabat yang sejati itu bukan hadir di kala senang saja, melainkan juga saat susah. Alkitab lebih jelas menyatakannya “Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu,” Kualitas seorang sahabat akan teruji saat sahabatnya sedang berada di ‘bawah’ atau sedang jatuh. Karena didasari oleh kasih yang tulus, seorang sahabat akan tetap berada di sisi sahabatnya di segala keadaan dan mau menerima keberadaannya secara utuh apa adanya.

Seorang teman dapat mencelakakan, contohnya Yudas Iskariot , meski secara kasat mata ia mencium Yesus, namun sesungguhnya ia menikam dari belakang dan mengkhianati Dia. Sikap yang ditunjukkan Yudas adalah bentuk pertemanan yang palsu, penuh kepura-puraan karena ada motivasi yang terselubung, biasanya untuk kepentingan sendiri.

Ada banyak teman di sekitar Anda, tetapi belum tentu ia seorang sahabat. Bagaimana mengenali bahwa ia benar-benar sahabat, bukan sekedar seorang teman? Apabila ia sekedar menunjukkan simpatinya ketika Anda mengalami kesulitan, ia cuma sekedar teman. Atau ia mendekat Anda ketika ia ada kepentingan tertentu, ia mungkin juga cuma sekedar teman. Tetapi bila ia menunjukkan empatinya, merasakan apa yang Anda rasakan, bahkan bila ia menyatakan apa yang dapat ia lakukan untuk dapat menolong Anda, ia dapat Anda jadikan sebagai seorang sahabat.

Di kampus ada banyak orang yang berinteraksi dengan Anda. Betemanlah dengan mereka semua. Ada beberapa orang pantas menjadi sahabat Anda(IH)

Refleksi:
Kasih seorang sahabat tak lekang oleh waktu, penuh komitmen dan teruji
kesetiaannya,; semua dilakukan bukan karena terpaksa, tapi penuh kerelaan.