ALLAH UNTUK SEMUA

Senin, 29 September 2014

ALLAH UNTUK SEMUA
“ Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani.Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang,kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya.” (Roma 10:12)

Di kehidupan kita saat ini masih ada orang-orang yang suka membuat perbedaan, misalnya soal status sosial. Tidak sedikit orang-orang yang memiliki tingkat perekonomian tinggi atau memiliki kedudukan tinggi memandang sebelah mata mereka yang hidup dalam kekurangan dan tidak punya kedudukan. Mereka tidak sadar bahwa materi dan kedudukan sifatnya hanya sementara. Tuhan bisa saja mengambilnya dalam sekejap mata.Di hadapan Tuhan semua orang sama.

Nas hari ini bicara soal universalitas iman. Universalitas iman adalah iman yang universal, yang tidak terbatas hanya pada suatu suku atau bangsa. Hal ini diajarkan Paulus di ayat tersebut di atas. Paulus memunculkan dua bangsa, yaitu Yahudi dan Yunani, karena itulah konteks Surat Roma ditulis di mana penduduk kota Roma terdiri dari orang-orang dari dua bangsa ini. Lalu, apa tujuan Paulus menuliskan bangsa Yunani (non-Yahudi) selain Yahudi? Hal ini dimaksudkan agar bangsa Israel sadar bahwa bukan hanya mereka saja yang merasa diri umat pilihan Allah. Allah juga memanggil dan memilih orang-orang di luar Israel sebagai umat-Nya di dalam Kristus. Hal ini sudah ditegaskannya sejak pasal 1 ayat 16, dan di dalam bagian ini ditegaskan kembali untuk menyatakan bahwa di dalam predestinasi Allah, tidak ada perbedaan bangsa lagi. Paulus menjelaskan alasannya yaitu karena Allah yang satu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya. Di sini, Paulus mengemukakan dua pokok penting tentang universalitas iman umat pilihan Allah di dalam Kristus oleh: Pertama, universalitas eksistensi Allah di dalam Kristus. Di sini, Paulus menggunakan kata “Tuhan” pada pernyataan “dari semua orang”, berarti ini menunjuk kepada universalitas Kristus. Artinya, di dalam Kristus, tidak ada perbedaan suku, bangsa, status ekonomi, sosial, dll. Kedua, universalitas karya Allah. Setelah kita mempelajari bahwa Kristus itu adalah Tuhan bagi semua orang (umat pilihan-Nya) tanpa pandang bulu, saat ini kita juga belajar bahwa karya Allah juga bersifat universal. Karya Allah itu ditunjukkan melalui kasih setia-Nya dan kemurahan hati-Nya bagi semua umat pilihan-Nya tanpa memandang bulu. (RCM)

Refleksi :
Allah mengasihi manusia tanpa melihat perbedaan.