MOTIVASI KEBERHASILAN

Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu?
Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke
manapun engkau pergi. ”
(Yosua 1: 9)

Jack Ma adalah seorang raksasa bisnis dari Cina yang dalam banyak kisahnya ternyata adalah orang yang mengalami kemiskinan, penolakan yang menyakitkan dalam kehidupannya. Penampilannya memang tidak gagah atau menarik, sehingga dari 23 pelamar di KFC semuanya diterima kecuali dirinya. Ia juga melamar berkalikali masuk ke Harvard namun selalu ditolak. Ia mengajukan ide-ide bisnis di bidang internet namun tidak ada investor yang bersedia mendengarkannya. Kehidupan ini memang bisa menjadi sangat keras bagi sebagian seorang, dan tidak mudah menghadapi penolakan yang sedemikian. Tidak sedikit orang menjadi patah arang, mengalami kegagalan dalam hidupnya dan tidak mampu bangkit kembali.

Ayat di atas menjelaskan tentang sikap Yosua, anak muda yang dipilih dari bangsa Israel untuk menjadi pengintai masuk ke tanah Kanaan. Kondisi Yosua juga sangat memprihatinkan dalam menilai dirinya sendiri. Ia merasa muda, kurang berpengalaman, dan tentu saja ia menjadi ciut melihat figur dan nama besar Musa, apalagi tempat yang akan dikunjunginya sangat berbahaya. Meskipun tanah Kanaan sangat subur dipenuhi susu dan madu seperti tertulis dalam Alkitab, di sana tinggal juga manusia-manusia berbadan besar, yang tentu saja tidak mudah untuk dikalahkan dan menyerahkan tanahnya begitu saja kepada bangsa Israel. Padahal Tuhan sendiri mengatakan itulah tanah Perjanjian, sehingga Tuhan sendiri yang memberikan motivasi bagi Yosua seperti tertulis dalam ayat di atas, “Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi.”

Mungkin tidak semua orang memiliki visi yang besar seperti Yosua, atau Jack Ma, apalagi ketika memulainya diperhadapkan pada posisi awal, keterbatasan resources dan kemampuan, dan hanya bermodal keyakinan serta usaha untuk mewujudkannya. Sungguh akan diperlukan motivasi yang sangat besar untuk mencapainya bukan? Motivasi itu sendiri bisa berasal dari banyak sumber dari teman, sahabat, keluarga, atau yang paling penting dalam pembahasan ini adalah yang berasal dari Tuhan sendiri. Kita hanya perlu tetap kuat untuk menghadapi dan tanpa mengecilkan apa yang kita impikan menjadi kenyataan. (AA)
Refleksi:
Biarkan Tuhan memotivasi dirimu untuk mencapai keberhasilan dalam mencapai visi
besar yang engkau miliki.