TIDAK KELIHATAN INDAH TAPI SUNGGUH INDAH

desert-road“Ia tidak tampan dan semaraknya pun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan
rupa pun tidak, sehingga kita menginginkannya. . . .Tetapi dia tertikam oleh karena
pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita, ganjaran yang
mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya
kita menjadi sembuh. ”
(Yesaya 53:2b, 5)

Apabila Anda membaca renungan kemarin, tanggal 24 Juli, mungkin Anda berfikir bahwa ada pertanyaan yang diajukan mengenai estetika belum terjawab: Apakah keindahan itu harus ada arti atau gunanya? Atau apakah boleh ada keindahan tanpa tujuan tertentu?Apakah Anda suka hiking?Jika pergi hiking di suatu lokasi dimana kita dapat menikmati keindahan alam, memang ada gunanya juga, buat jantung dan kesehatan.Tetapi bisa saja kita hiking hanya dengan tujuan menikmati indahnya ciptaan.Kalau demikian, kadang-kadang manfaat dari keindahan tidak menjadi alasan yang menonjol dalam pikiran saat menciptakan sesuatu atau menikmati sesuatu yang indah.

Sebaliknya, sesuatu yang tidak kelihatan indah atau berestetika dapat punya manfaat yang dalam demi estetika batiniah dan rohani.Sekalipun renungan ini tertanggal 25 Juli, renungan ini ditulis di hari Paskah, sambil merenungkan keindahan karya Yesus di atas kayu salib dan keindahan kebangkitanNya.Memang karya Yesus di atas salib indah?Nubuatan dari nabi Yesaya menceritakan penderitaan Yesus demi keselamatan (“ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya”) dan pengampunan dosa kita (“tetapi Tuhan telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian”).Keselamatan dan pengampunan dosa yang kita terima dengan iman pada Yesus Kristus sungguh indah, terutama buat keadaan rohani dan batin kita. Tetapi cara mendapatkan keindahan itu tidak indah: “Ia tidak tampan” saat dihina dan mengalami sengsara, dengan kelihatan jelek dan berbau darah tercampur keringat di tubuhNya, kedengaran pernafasan yang pendek, sesak, dan menghentak. Benar nubuatan Yesaya yang ditulis di atas dari ayat yang kedua.Apakah kita mau memandang Dia dalam keadaan yang 180 derajat berputar jauhnya dari keindahan fisik?Tetapi orang Kristen sering memakai istilah karya Yesus tentang penderitaanNya di atas salib.Karya Yesus indah manfaatnya di dalam kehidupan kita, orang percaya.

Ini membawa suatu makna yang lain mengenai estetika. Sekalipun melalui jalan yang sulit dan kelihatan membuat kita susah dan menderita, tetapi bisa menghasilkan sesuatu yang indah dan sangat berharga.(CG)

Refleksi:
Apakah saya rela melakukan sesuatu yang sepertinya membuat saya susah secara energi, waktu dll, demi keindahan kelak? Ini bisa menyangkut tugas kampus atau pembentukan karakter.