BERKARYA DENGAN INTEGRITY

kebetulan

“Apa pun yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk
Tuhan dan bukan untuk manusia.”
(Kolose 3:23)

Karya yang dibuat dengan maksud dijual berarti perlu tercakup tanggung jawab moral dan penuh integritas terhadap pelanggan. Sebagai hasil pertemuan antara pemimpin perusahaan di Eropa, Amerika Serikat dan Jepang, keluar bentuk rumusan tanggung jawab yang beretika terhadap pelanggan:

1. Memberikan produk dan jasa dengan kualitas yang terbaik dan sesuai dengan tuntutan mereka.
2. Memperlakukan pelanggan secara adil dalam semua transaksi, termasuk pelayanan yang baik dan memperbaiki ketidakpuasan mereka.
3. Membuat setiap usaha menjamin bahwa kesehatan dan keselamatan pelanggan demikian juga kualitas lingkungan mereka akan dijaga kelangsungannya dan ditingkatkan dengan produk dan jasa perusahaan.
4. Perusahaan harus menghormati martabat manusia dalam menawarkan,
memasarkan dan mengiklankan produk.
5. Menghormati integritas budaya pelanggan. (Erni R. Ernawan, Business Ethics. Bandung: Alfabeta, 2007 hlm. 34, 35).

Saat kita mengerjakan sesuatu yang diminta oleh “tuanmu di dunia ini,” perlu kita melakukan “dengan tulus hati karena takut akan Tuhan.” Inilah perintah rasul Paulus dalam ayat 22, ayat yang sebelum ayat mas kita hari ini. Ayat 23 juga menunjukkan apa yang harus menjadi sikap hati kita dalam berkarya: “dengan segenap hatimu.” Bagaimana hati kita bisa murni seperti itu?Ingat bahwa kita mengerjakan sesuatu “seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” Dengan demikian kita tidak akan berani untuk tidak mengerjakan sesuatu tanpa integritas. Bentuk negatif dalam kalimat tadi betul-betul memberi penekanan bahwa kita harus dan akan mengerjakan yang penuh integritas kalau kita ingat bahwa Tuhan mengamati kita dan bahwa kita bertanggung jawab kepada Tuhan.

Dengan mengingat bahwa beberapa mahasiswa mengerjakan sesuatu dengan tujuan dijual di lingkungan Maranatha, biarlah itu dilakukan dengan tulus hati, takut akan Tuhan, penuh tanggung jawab, dan integritas. Kalau menjual makanan, give the best, bukan yang basi. Kalau menjual pakaian, tanggung jawab dan integritas kepada pelanggan dan supplier harus terwujud.Kalau melakukan tugas untuk kelas, ingat bahwa Tuhan mengamati dan hadir. Sikap dari para dosen dan karyawan juga perlu menunjukkan sikap yang sama dalam berkarya. (CG)
Refleksi:
Bayangkan bahwa kita berkarya dengan kualitas yang layak untuk Tuhan.