ESTETIKA DAN EXCELLENCE

Nyanyikanlah bagi-Nya nyanyian baru;petiklah kecapi baik-baik dengan sorak-sorai!
(Mazmur 33:3)

Sekalipun tidak bisa disangkal bahwa Tuhan melihat hati lebih daripada korban waktu dan upaya dalam hal musik dan seni dan karya-karya yang lain, ini tidak bisa dipakai sebagai dalih untuk tidak berusaha mempersembahkan yang terbaik. Di film yang berjudul Amadeus, yang menceritakan pengarang klasik Amadeus Wolfgang Mozart, saat Mozart sedang sekarat, dia mendikte karangan terakhirnya kepada pengarang istana yang namanya Salieri.Dalam keadaan berbaring dengan demam tinggi, Mozart tetap bisa menyadari kalau Salieri tidak menangkap nada atau irama dengan tepat yang dinyanyikan Mozart buat sebuah alat musik orkes, dan Mozart langsung mengoreksinya.

Apalagi kita yang dianugerahkan kesehatan dan kekuatan dan energi agar dapat mengerjakan yang sebaik mungkin. Mazmur 33:3b mengingatkan kita akan excellence dalam memainkan alat musik. Diperlukan waktu dan upaya, bukan? Mahasiswa, dosen dan karyawan yang main gitar, keyboard, atau alat musik yang lain perlu waktu, konsentrasi dan usaha dalam latiihan musik agar berkembang dengan cara mainnya, bukan saja niat yang baik. “Each musician must do his or her very best, and must keep striving to do better” kata Warren Wiersbe di bukunya Real Worship (1989, hlm. 140). Pemazmur, Daud, sebagai seorang musisi, juga mendorong setiap musisi melakukan yang terbaik. Dan seperti Wiersbe sebut, musisi-musisi harus tetap berusaha berkembang lebih baik lagi dalam bidang musiknya.

Tentu saja penerapan demi excellence ini bukan saja dalam hal musik.Sesuai dengan bidang studi kita masing-masing, atau bentuk pekerjaan kita masing-masing, kita perlu mempunyai sikap hati yang disertai usaha yang cukup untuk menghasilkan karya atau tulisan atau tugas yang menunjukkan niat baik dari hati untuk menghasilkan yang sebaik mungkin.Biar itu semuanya sebagai persembahan bagi hati Tuhan dan untuk kemuliaan Nama-Nya.(CG)
Refleksi:
Saya ingin mempersembahkan yang terbaik dalam setiap tugas dan karya yang saya
kerjakan, dari hati saya untuk hati Tuhan.