BERANI TAMPIL BEDA!

“Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri
dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan
tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan
tidak menyimpan kesalahan orang lain.”
(I Korintus 13:4-5)

Apakah anda pernah atau sering menjumpai orang-orang yang tidak punya sopan santun?orang yang menyalip di jalan raya, orang yang memotong antrian dan marah ketika disuruh menunggu atau mengantri, berkata kasar kepada orang yang lebih tua, mempergunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi, perilaku yang tidak terpuji di tengah masyarakat. Tingginya jabatan atau statuspun bisa membuat orang sombong dan kemudian tidak perlu sopan dan punya etika lagi.Etika dan sopan santun semakin lama semakin lenyap dalam pergaulan manusia.Bagaimana kita bisa berharap etika dan kesopanan bisa kembali muncul di tengah-tengah lingkungan dimanapun kita berada.

Etika dan sopan santun seharusnya menjadi bagian hidup siapapun terutama kita yang menyandang predikat pengikut Kristus.Sayangnya di antara anak-anak Tuhan pun
masih juga ada yang tidak siap menjaga perilakunya, dan akhirnya menjadi contoh buruh di masyarakat.Bagaimana kita bisa berharap orang bisa mengenal Yesus jika orang sudah terlebih dahulu anti pati melihat sikap kita?Kita harus menjadi contoh teladan.Itu jelas merupakan sebuah tanggung jawab kita sebagai orang percaya. Inti dari kekristenan adalah kasih, dan itulah yang harus menjadi dasar hidup semua anak-anak Tuhan tanpa terkecuali. Lantas apa hubungan kasih dengan kesombongan dan sopan santun? Dari I Korintus 13:4-5 kita lihat disini bahwa sesuatu yang dilandasi kasih seharusnya membuat kita tampil sebagai orang-orang yang tidak sombong melainkan tahu etika dan tahu sopan santun.

Iman tanpa perbuatan adalah mati (Yakobus 2:26).Apabila kita tidak menjaga perilaku dan perkataan kita, maka ibadah kitapun menjadi sia-sia (Yakobus 1:26). Karena itu, marilah kita menyatakan kasih kepada orang lain, mari kita menjadi pelaku firman, menjadi contoh yang benar baik dalam perkataan, tingkah laku maupun perbuatan. Dunia disekitar kita tengah dilanda degradasi moral, krisis tata karma, etika, dan sopan santun.Janganlah kita ikut terseret, namun jadilah orang yang berbeda dengan dunia, penuh sopan santun dan beretika, sehingga kemuliaan Tuhan bisa dinyatakan lewat sikap kita. (LTT)
Refleksi:
Sebagai pengikut Kristus, jadilah contoh teladan mengenai etika dan sopan santun.