BERBAHAGIALAH, JIKA DITEGUR!

“Siapa mencintai didikan, mencintai pengetahuan, tetapi siapa membenci teguran,
adalah dungu.”
(Amsal 12:1)

Seorang teman menegur saya atas sebuah kesalahan.Saya jadi membencinya dan tidak menyapanya selama beberapa waktu.Akhirnya sebuah SMS darinya melunakkan hati saya.“Aku menegur karena aku peduli.Aku tidak mau kamu melakukan kesalahan yang merugikan dirimu dan tidak menyukakan hati Tuhan.”Saya terhenyak.Ternyata masih ada orang yang peduli dengan benar tidaknya tindakan yang saya lakukan.

Seperti teman saya tersebut, akankah kita menegur atau justru mengabaikan teman yang melakukan dosa?Apakah kita hanya menonton jika saudara seiman kita melakukan perbuatan yang tidak menyukakan hati Tuhan?Berbohong, mencuri, atau bahkan lepas kendali dalam perkataan.Pada dasarnya tidak ada manusia yang sempurna karena hanya Allahlah yang mahasempurna.Tetapi, janganlah kita justru selalu berdiri di balik alasan ketidaksempurnaan itu dan mengabaikan sebuah kesalahan.

Ada kalanya Tuhan memakai hamba-Nya untuk menyampaikan maksud-Nya.Kita acap kali memiliki rasa enggan untuk saling menegur. Mungkin kita khawatir orang yang kita tegur akan sakit hati dan membenci kita. Tetapi, Tuhan mengatakan dalam firman-Nya bahwa kita wajib saling menegur seorang akan yang lain dalam kasih Kristus, agar kesalahan itu tidak dilakukan berulang-ulang. Maka, mulai saat ini jangan sungkan untuk saling menegur dan mengingatkan. Jika kita yang ditegur, belajarlah menerima teguran itu dengan besar hati sebagai salah satu cara Tuhan dalam mendidik kita.

Jika kita mendengarkan teguran dan memperbaiki diri, maka Tuhan sendirilah yang akan menuntun kita menuju jalan yang benar sesuai dengan rencana dan kehendak-Nya dalam hidup kita. Mari kita semua peka dan jeli dalam menangkap teguran dan segera menjadikannya sebagai peringatan atau didikan yang berasal dari kasih Tuhan yang begitu besar untuk terus menyempurnakan diri kita. (LTT)
Refleksi:
Saling menegurlah seorang akan yang lain, sehingga kita sama sama berjalan dalam
kasih Kristus.