TERBUKANYA PIKIRAN

 “Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.” (Lukas 24:45)

Memiliki pikiran terbuka artinya bersedia mempertimbangkan atau menerima ide-ide baru dan berbeda. Mengolah pikiran terbuka menghasilan cara berpikir kritis dan masuk akal. Orang-orang yang terbuka pikirannya bersedia mengubah pandangan-pandangan mereka ketika disajikan fakta-fakta dan bukti-bukti baru. Jika kita memilih mendekati hidup dalam cara yang sama hari demi hari, akan menjadi bosan dan tidak terinspirasi. Itu akan mengurangi bakat intelektual kita. Jika di pihak lain, kita mencari cara-cara baru melakukan dan melihat segala sesuatu maka akan memperlebar kemampuan intelektual kita, menemukan hidup lebih menarik, dan memperluas pengalaman-pengalaman. Memiliki pola pikir terbuka juga membantu kita dalam pemecahan masalah.

Kisah Lukas tentang kebangkitan berbeda isinya dengan narasi Injil yang lain, walaupun fakta-fakta intinya sama. Setiap penulis Injil menyebutkan kunjungan para wanita ke makam, tetapi penampakan Tuhan kepada para murid dan di dalam perjalanan menuju Emaus hanya dilaporkan oleh Lukas. Dia menyajikan tiga episode kebangkitan yaitu pemberitaan kepada para wanita, perjalanan ke Emaus, dan penampakan di ruang atas. Dalam kisah perjalanan ke Emaus, Ia bekerja dalam pikiran mereka saat itu juga, sehingga pikiran mereka pun terbuka. Ia membuat mereka mengerti maksud dan makna yang sesungguhnya dari nubuat-nubuat Perjanjian Lama mengenai Kristus, dan membuat mereka melihat bagaimana semuanya itu digenapi dalam diri-Nya. Sebelumnya, dalam percakapan Kristus dengan kedua murid-Nya, Ia menyingkapkan tabir yang menyelubungi tulisan-tulisan itu dengan membukakan Kitab Suci, tetapi sekarang Ia menyingkapkan tabir yang menyelubungi hati dengan membukakan pikiran mereka. Tujuan Tuhan membukakan pikiran adalah supaya mengerti Kitab Suci dengan baik.

Jika kita rajin membaca dan memperlajari Alkitab dengan benar maka kita akan dibukakan mengenai banyak hal yang menjadi pergumulan hidup kita. Di dunia ini, murid-murid Kristus tidak boleh mencari-cari hal yang lebih dari apa yang diajarkan Alkitab, tetapi harus terus belajar lebih lagi dari Alkitab dan bertumbuh menjadi lebih siap dan bijak dalam firman Allah. Untuk memiliki pikiran-pikiran yang benar mengenai Kristus dan memperbaiki dugaan-dugaan kita yang salah tentang diri-Nya serta tentang kehidupan kita, tidak ada lagi yang diperlukan selain daripada memahami firman Allah. (RCM) Refleksi : Firman Tuhan adalah pelita bagi kaki kita dan terang bagi jalan kita