HIDUP DAN TERANG YESUS

Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.
Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.
(Yohanes 1:4-5)

Dalam falsafah Jawa, Ki Ageng Surya Mentaram, ada salah satu ajarannya yang cukup menarik, “urip urup” yang dalam bahasa Indonesia artinya hidup itu menyala. Ajaran ini menjelaskan bagaimana kehidupan yang dimiliki oleh
seseorang itu harus memberi manfaat bagi orang lain, sebagai penjelasan dari kata menyala tersebut. Demikianlah orang Jawa diharapkan menjalani hidupnya.

Ayat di atas sebagai bagian awal dari Injil Yohanes sangat menarik, yang menjelaskan siapa Yesus Kristus. Pada kalimat “Dalam Dia ada hidup…” seharusnya kata ada bukan berarti punya seperti dalam bahasa Indonesia, melainkan dalah, dari kata h=n (Baca:en). Sehingga kata tersebut menjelaskan sebuah identitas atau eksistensi Yesus yang di sini adalah hidup, dan hidup itulah terang bagi manusia. Maksud terang bagi manusia dapat jadi adalah panduan, seperti disampaikan dalam kaitan dengan kegelapan. Kata terang dalam Alkitab sering dikaitkan dengan peran pelita. Pelita itu memberi cahaya dalam kegelapan, memberikan panduan atau arah bagi jalan yang hendak ditempuh atau dilewati oleh seseorang. Bayangkan saja jika seseorang berjalan di tempat yang sangat gelap, tentu saja tidak mudah dan berbahaya.

Dalam kehidupan ini tidak jarang kehidupan kita diperhadapkan pada ruang-ruang ketidakpastian atau kegelapan. Misalnya di Kampus seorang Dosen dapat mengalami kegalauan dalam menjalani profesinya yang telah dijalani secara rutin, melakukan hal yang sama, bertahun-tahun, hingga kehilangan tujuan dalam pekerjaannya. Dalam kondisi ini seringkali manusia sering kehilangan makna hidupnya, menjadi hampa dan tidak berharga. Beberapa orang mencoba bertahan dan menghibur diri saja, “Yah dijalani saja” seakan-akan sudah tiada lagi pilihan lain. Dalam kondisi seperti inilah sangat baik sekali jika kita kembali memandang siapa yang adalah Sang Hidup yang menjadi terang manusia itu. Memahami bahwa Yesus Kristus sendiri yang menjadi terang dan penuntun bagi kehidupan kita, tentu akan memberikan pengertian tentang kehidupan yang lebih baik. Dia akan menuntun kita ke jalan-jalan di mana kehidupan yang kita miliki tidak hanya sekedar untuk dijalani melainkan tertransformasi menuju
kepenuhan dan kebermaknaan. (AA)

Refleksi:
Pahamilah hidupmu di dalam Yesus Kristus untuk mendapatkan kepenuhan dan kebermaknaan yang lebih baik.