EN CHRISTO

“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru, yang lama sudah
berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”
(2 Korintus 5:17)

Kalau kita bertanya kepada encim-encim, “Kapan kita masuk surga?” Dengan pola berpikir keimanannya yang sederhana dia pasti akan menjawab, “Nanti setelah kita mati.” Jangankan encim-encim, kita juga akan menjawab hal yang sama. Sekilas menurut pemahaman tentang apa itu sorga, jawaban itu sudah tepat. Sorga atau neraka adalah gambaran tentang kehidupan nanti, yang dianggap pasti akan ditemui ketika seseorang nanti mengalami kematian. Jadi sifat sorga itu di masa yang akan datang. Sebagian orang malah menciptakan kontras sorga yang baik dan dunia yang buruk.

Namun demikian pembahasan ayat ini menarik untuk disimak sebab memberikan perspektif yang mungkin sedikit berbeda. Kata evn Cristw (Baca: en Christō), di dalam Kristus, dalam pemahaman Rasul Paulus adalah sebuah kondisi di mana seseorang ada dalam naungan kasih karunia Tuhan. Dan bagi mereka yang sedemikian, terjadi sebuah transformasi kehidupan yang dijelaskan ia adalah ciptaan baru, yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” Dalam tata bahasa Yunani yang menjelaskan kata sudah datang artinya sudah terjadi saat itu juga. Sehingga dengan demikian kekekalan hidup yang dianugerahkan Tuhan ketika seseorang mengalami en Christō semestinya dapat dipahami bahwa “sorga” itu sudah ada hari
ini.

Dalam akur kehidupan ini, kadangkala kita mengalami kelelahan, seakan-akan kematian dapat menjadi solusi yang tepat. Ketika ayat di atas ditulis, bukan ditulis oleh Rasul Paulus dalam keadaan dia sedang melihat cahaya sorgawi atau mengalami bliss kebahagiaan yang mendalam tentang sorga, sebaliknya ditulis justru ketika ia mengalami sakit keras mendera tubuhnya dengan sangat parah. Namun melalui pesan ini justru ia memulai sorga itu hari ini. Sehingga memahami kesorgaan di dalam ayat ini bukan hanya sebuah usaha menikmati suasana hidup yang serba mudah, melainkan sebaliknya dalam sebuah kesulitan yang seberat apapun, menemukan apa yang sudah datang itu akan membuat kehidupan yang sepertinya tidak berharga ini akan menjadi lebih baik. Itulah salah satu esensi dari panggilan keimanan kristiani bagi kehidupan
sorga kita di dunia ini.(AA)
Refleksi:
Sorga dalam Kristus adalah panggilan hidup mensuasanakan kehidupan kita di dunia ini menjadi lebih baik.