AKU MELIHAT TUHAN DI DALAMMU

“Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau
tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian?”
(Matius 25:38)

Suatu kali saya diundang ke pesta pernikahan yang dilangsungkan di sebuah bukit yang indah di luar kota Manila. Pesta pernikahan yang berlangsung sangat akrab dan menyenangkan. Pesta dihadiri oleh keluarga dan kerabat dari kedua keluarga mempelai. Saya diundang sebagai sahabat dari keluarga mempelai perempuan. Saya mengenal dekat ayah dan ibu sang mempelai perempuan, bahkan mengenal sang mempelai perempuan sejak ia masih remaja. Persahabatan kami dimulai ketika saya sedang mencari tempat tinggal yang layak selama tugas belajar di Manila. Sang ayah, adalah seorang pria yang sangat ramah dan penuh kehangatan. Saya dapat menangkap ketulusan di balik keramahtamahan yang ditunjukkannya bagi seorang asing seperti saya. Setelah menyadari bahwa saya adalah orang Indonesia, dia menaruh perhatian dan menawarkan bantuan. Singkat cerita, saya bersama istri dan kedua anak saya melewati masa-masa yang penuh kehangatan dan persahabatan selama tinggal di kota itu. Sapaan yang ramah setiap pagi, bantuan moril dan material yang tidak terduga, saling berbagi pergumulan pribadi dan keluarga, saling berbagi Firman Tuhan yang baru atau sedang dipelajari, dan saling mengenal keluarga besar masing-masing merupakan sedikit dari banyak pengalaman persahabatan yang kami nikmati selama kami menjadi mahasiswa di Filipina.

Tahun-tahun berlalu tidak terasa, kami harus kembali ke Indonesia. Meskipun terpisah, persahabatan kami terus berlanjut bukan hanya sebagai teman melainkan juga sebagai sesama anggota keluarga Kerajaan Allah. Pada pesta pernikahan yang saya hadiri, sang mempelai perempuan menyampaikan suatu ungkapan yang luar biasa khusus, dan istimewa (saya pun berharap putri saya akan mengatakannya kepada saya pada hari pernikahannya kelak), “Dad, I see God in you”. Aku melihat Tuhan di dalam dirimu. Ungkapan yang saya aminkan dengan sepenuh hati. Saya teringat ketika Yesus berkata: …ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan. (Mat. 25:35). Menemukan Allah dalam diri sesama adalah esensi dari pengajaran Yesus sebagaimana dituliskan dalam Injil Matius. Sahabat saya menerapkan Firman Tuhan dalam memperlakukan saya sebagai orang asing. Kasih Kristus terpancar melalui sambutan yang ramah dan tulus kepada orang asing. Saya pun melihat Tuhan didalamnya. (ROR)
Refleksi:
Apakah kita melihat Tuhan dalam diri sesama kita?