RAHASIA KERAMAHTAMAHAN YANG TULUS

 

“Sebab ketika aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu
memberi Aku minum; ketika aku orang asing, kamu memberi Aku tumpangan…
Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk
seorang saudaraKu yang paling hina ini, kamu melakukannya untuk Aku”
(Matius 25:35, 40)

Kita akan bertemu dengan orang-orang biasa yang dipakai Tuhan untuk mengajarkan kita mengenai arti keramah-tamahan (hospitalitas) serta
persahabatan. Kali ini adalah Justin. Dia adalah seorang pengajar di sebuah seminari di negara bagian Arizona-Amerika Serikat. Dia sangat aktif dalam organisasi profesi di bidang psikologi konseling Kristen. Orangtuanya dulu pernah tinggal di Indonesia sebagai misionari. Tinggal dan besar di salah satu kota besar di Indonesia menumbuhkan perhatian dan kasih dalam diri Justin kepada orang Indonesia. Itu sebabnya dia sangat tertarik ketika ada seorang Indonesia yang terdaftar dalam organisasi psikologi konseling Kristen dimana dia juga menjadi anggota. Dia mengambil inisiatif untuk mengembangkan kerjasama penelitian sebagai sesama dosen dan profesional di bidang psikologi konseling. Singkat cerita, kerjasama penelitian kemudian berlanjut kepada presentasi hasil penelitian di suatu konferensi internasional yang diselenggarakan di salah satu negara bagian lain. Suatu pengalaman yang tidak terduga sebelumnya. Namun, pengalaman yang jauh lebih berarti adalah persahabatan yang terjalin seiring dengan kesempatan melakukan penelitian bersama. Beberapa hari sebelum konferensi, Justin mengundang penulis untuk tinggal di rumahnya. Dia mempersilahkan penulis tinggal di kamar yang disediakan khusus untuk tamu yang menginap di rumah mereka. Dia memperkenalkan istri dan anak-anaknya, juga anjing kesayangan mereka. Setiap pagi adalah kesempatan untuk saling berbagi cerita, pengalaman pribadi, selain berbagi
makanan. Justin dan keluarga menyambut penulis, seorang asing yang datang dari negara lain yang jauh seperti teman dan keluarga.

Matius 25:31-46 mengungkapkan suatu rahasia yang luar biasa dari Sang Pemilik Surga, yaitu Yesus Kristus. Salah satu rahasia adalah mengenai pentingnya keramahtamahan yang tulus yang perlu dikembangkan oleh setiap orang percaya dalam masa kehidupan di dunia. Inti pengajaran Kristus adalah bahwa segala sesuatu yang kita lakukan atau tidak kita lakukan untuk salah seorang dari (sesama manusia) yang (kita anggap) paling hina, kita melakukannya atau tidak melakukannya untuk Dia (Kristus). Oleh karena itu kita harus mengembangkan keramah-tamahan yang tulus sebagaimana diajarkan oleh Kristus, sebagai perwujudan kasih terhadap sesama.
(ROR)
Refleksi:
Keramah-tamahan yang tulus dalam menyambut orang asing adalah rahasia kehidupan dalam Kerajaan Allah. Kita perlu membiasakan diri.