MENDAHULUKAN KEPENTINGAN ORANG LAIN

 

“dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi
kepentingan orang lain juga”
(Filipi 2:4)

Dina dan Doni adalah pasangan antar bangsa yang saya kunjungi dalam suatu perjalanan sabatikal selama sebulan ke negara Paman Sam. Dina adalah seorang wanita Indonesia yang menikah dengan Doni, seorang berkebangsaan Kamboja. Saya mengenal Dina ketika berada di bangku kuliah di Bandung. Dia seorang Muslim sedangkan suaminya seorang yang memiliki kepercayaan Buddha. Mereka berkenalan ketika sedang menempuh studi di Amerika. Pernikahan mereka dikaruniai dua orang putera. Mereka tinggal di salah satu kota di negara bagian Kalifornia. Meskipun mereka menganut agama yang berbeda, mereka hidup sebagai suami-istri yang saling menghormati dan saling mengasihi. Secara rutin mereka mengunjungi orangtua dan keluarga di Indonesia dan Kamboja. Mereka juga terbuka kepada teman-teman dan kerabat dari kedua belah pihak. Kehidupan saling toleransi di antara mereka menjadi pelajaran berharga yang saya dapatkan ketika memiliki kesempatan mengunjungi mereka. Saya yang seorang Kristen disambut dengan baik dan penuh keramahtamahan di rumah mereka yang sangat nyaman. Bagaimana mereka menyediakan segala keperluan selama saya menginap di rumah mereka. Kesediaan mengantarkan saya ke tempat-tempat yang indah, misalnya lembah perkebunan anggur di Kalifornia sungguh merupakan suatu pengalaman yang luar biasa dan pembelajaran mengenai kehidupan saling toleran yang sangat berharga bagi saya. Dengan mudah saya dapat merasakan nilai-nilai kebaikan, saling pengertian, dan kerelaan mengupayakan kebahagiaan bagi orang lain melalui interaksi dengan pasangan suami-istri yang berbeda bangsa dan berbeda agama ini. Mereka mengajarkan kepada saya mengenai kerendahan hati dalam melakukan kebaikan, bahkan melakukan yang terbaik bagi orang lain.

Mengingatkan saya akan Surat rasul Paulus kepada jemaat Filipi 2:1-11, yang mengajarkan kerendahan hati sebagai orang percaya yang meneladani Kristus yang adalah sumber nasehat, penghiburan kasih, persekutuan Roh, kasih mesra, dan belas kasihan. Rasul Paulus mengungkapkan rahasia hidup bersukacita melalui kehidupan yang sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, dan satu tujuan. Hanya dengan bersehati-sepikir, kita dapat dengan rendah hati memperlakukan orang lain lebih utama dari pada diri kita dan bisa mendahulukan kepentingan orang lain daripada kepentingan pribadi kita. Yesus Kristus adalah teladan yang sempurna dalam hal ini.
(ROR)
Refleksi: Sikap sehati sepikir adalah rahasia untuk mencapai tujuan bersama dan kerelaan untuk hidup rendah hati mendahulukan kepentingan orang lain.