KASIH YANG NYATA

“Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu
dalam hal saling membantu”
(Efesus 4:2)

Pertemuan yang tidak disangka dengan Christy, seorang teman semasa kuliah di Wheaton College hanya berlangsung singkat. Walaupun singkat, namun pertemuan tersebut sangat berkesan dan membangun kehidupan rohani saya. Saya memang berniat mencari alamatnya dan berharap bertemu dengannya. Saya mengenal Christy ketika mengambil studi magister di Wheaton College 19 tahun yang lalu. Sebagai mahasiswa internasional yang baru pertama kali belajar di negara lain, saya merasa seperti anak kecil yang harus belajar banyak hal untuk bisa survive di tanah yang asing – dengan kebiasaan dan budaya yang sangat berbeda-. Saya mengalami kesulitan terutama di dalam mengerjakan tugas-tugas mingguan. Makalah-makalah dalam bahasa Inggris yang saya serahkan kepada dosen mendapatkan banyak sekali koreksi yang memaksa saya untuk mencari pertolongan. Pada saat itulah, Christy yang memahami kesulitan saya datang menawarkan bantuan. Saya sebenarnya merasa tidak enak karena akan memberikan beban tambahan kepadanya; sebab dia juga harus melakukan tanggungjawabnya sendiri menyelesaikan tugas-tugas kuliah yang luar biasa banyak. Namun melihat kesungguhan hatinya untuk menolong, saya belajar untuk meninggalkan sikap ewuh pakeuwuh dan menerima dengan ucapan syukur bantuan yang ditawarkannya. Christy menjadi malaikat penolong yang dikirimkan Tuhan untuk menolong saya yang mengalami kesulitan yang besar dalam menyelesaikan studi. Saya akhirnya bisa menyelesaikan studi kurang dari dua tahun dengan kasih karunia Tuhan. Peranan dan bantuan Christy sangat berarti. Kami bukan saja menjadi teman sekelas, tetapi juga menjadi sahabat dan saudara di dalam Kristus. Oleh karena kesabarannya menolong saya maka saya berhasil menyelesaikan studi dengan baik. Dengan rendah hati dia telah membantu orang asing yang mengalami kesulitan. Saya juga belajar untuk rendah hati menerima pertolongan dari seseorang yang dengan tulus menawarkan bantuan. Saya yakin Tuhan sedang menunjukkan kepada saya bagaimana penerapan Firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Efesus 4:2 menyatakan, “Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu”. Itulah yang telah dilakukan Christy sebagai bagian dari penerapan akan Firman Tuhan yang dibaca dan dipahaminya. Sungguh suatu pengalaman yang berarti ketika dapat bertemu kembali dengan malaikat penolong yang dulu Tuhan kirimkan untuk menolong hambaNya. Pengalaman bertemu dengan Christy setelah belasan tahun tidak bertemu – sejak lulus kuliah tahun 2000 – merupakan pengalaman yang luar biasa. Kami bisa bersamasama mengingat kembali kebaikan-kebaikan Tuhan. (ROR)
Refleksi:
Adakah seseorang yang membutuhkan pertolongan Anda hari ini?