MEMBERI DARIPADA MENERIMA

“Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya
untuk membangunnya”(Roma 15:2)

Pastor Leo adalah pribadi yang merupakan contoh seorang yang menunjukkan kasih yang tulus dan meneladani Kristus. Beliau sedang menyelesaikan studi doktoral dalam bidang kepemimpinan Kristen. Bersama istri dan kedua anak mereka, ia tinggal tidak jauh dari kampus tempatnya menimba ilmu. Beliau memiliki banyak pengalaman di ladang pelayanan di daerah terpencil di salah satu pulau terbesar di Nusantara. Gelar master dalam bidang misi diperolehnya dari salah satu perguruan tinggi Kristen yang bergengsi di Amerika Serikat. Saat ini beliau juga sedang studi doktoral di perguruan tinggi Kristen yang tidak kalah bergengsi. Kerinduan beliau adalah mengembangkan pelayanan mentoring kepada para hamba Tuhan di Indonesia. Kerinduan ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan beliau akan para hamba Tuhan yang dianggap telah gagal dalam menjalankan peran sebagai hamba Tuhan. Sebagai pendeta/pastor beliau sangat memahami kondisi psikologis dari hamba-hamba Tuhan yang sedang menjalankan panggilan Tuhan. Pertemuan kami diawali dengan kontak melalui sosial media. Beliau mengambil inisiatif untuk bertemu dengan alasan ingin berdiskusi mengenai mentoring dalam kepemimpinan Kristen. Saya sebenarnya tidak merasa kompeten dan tidak menganggap diri sebagai narasumber yang tepat untuk diajak berdiskusi mengenai hal tersebut. Namun sikap hati beliau yang ingin belajar mendorong saya untuk juga mengambil sikap hati yang mau belajar. Yang terjadi adalah saya belajar banyak dari kehidupan Pastor Leo. Saya belajar mengenai kepekaan beliau terhadap kebutuhan orang lain. Beliau begitu memperhatikan hal-hal kecil yang saya butuhkan selama saya tinggal bersama beliau dan keluarganya. Dia juga begitu memperhatikan kehidupan sepasang suami istri yang sedang menghasilkan karya-karya luar biasa. Padahal mereka tinggal berjauhan, sepasang suami-isteri itu tinggal di Indonesia.

Sebagaimana bidang yang sedang dipelajarinya, Pastor Leo sedang melakukan pelayanan mentoring sebagai gaya hidupnya. Dia tidak henti-hentinya membangun kehidupan orang lain dan mendorong untuk hidup taat kepada Allah. Dia menganggap orang lain yang Tuhan kirimkan ke dalam kehidupannya adalah sesama manusia, sesama anggota keluarga Allah untuk hidup saling melayani. Kerinduan beliau adalah membangun sebuah pusat mentoring bagi para hamba Tuhan yang mengalami masalah
dalam menjalankan pelayanan mereka.

Sebagaimana kisah Rasul Paulus yang memberikan teladan dalam melayani (Kis. 20:35), membantu orang-orang yang lemah dan senantiasa mengingatkan perkataan Tuhan Yesus yang mengatakan “Adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima”(ROR)
Reflleksi:
Apakah Anda sudah mengalami kebahagiaan dalam memberi?