RUT : SAHABAT ORANG TUA (Rut 1:15-18)

Tetapi kata Rut: “Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan
tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan
di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku j
dan Allahmulah Allahku
(Rut 1:16)

Sering kita mendengar hubungan antara menantu perempuan dengan mertua perempuan yang kurang baik. Narasi kitab Rut 1 menampilkan cerita yang berbeda. Elimelekh pergi dari Betlehem-Yehuda membawa Naomi istrinya dan kedua anak laki-lakinya, Mahlon dan Kilyon ke daerah Moab. Ketika mereka tinggal di Moab, Mahlon dan Kilyon menikah dengan perempuan Moab, yaitu Orpah dan Rut. Malapetaka menimpa keluarga ini. Elimelekh dan kedua anak laki-lakinya meninggal. Yang masih hidup adalah Naomi, Orpah dan Rut. Orpah pulang ke orang tua dan kampung halamannya sesuai dengan perintah Naomi. Sedangkan Rut tidak pulang ke rumah orang tuanya di Moab, tetapi pergi bersama Naomi ke Betlehem- Yehuda. Apa yang dapat kita pelajari dari Ruth?

Pertama: Rut adalah pribadi yang mampu menempatkan diri pada posisi yang tepat dan benar, yaitu ia mau dan bersedia dengan tulus iklas menjadi teman, sahabat bagi Naomi, sang mertua yang sedang mengalami penderitaan, kepahitan hidup dan kemalangan. Rut tidak mau meninggalkan Naomi seorang diri. Rut dalam bahasa Ibrani artinya sahabat.

Kedua, Rut adalah seorang janda muda yang mau berkorban untuk Naomi. Jika ia tinggalkan Naomi, ia kembali ke kampung halamannya, mendapatkan suami baru, membangun keluarga baru. Itu berarti ada masa depan yang lebih baik, daripada ikut Naomi. Namun, ia tidak lakukan itu. Rut meninggalkan zona nyamannya demi hidup bersama dengan Naomi.

Ketiga, Rut mampu melihat dengan kaca mata iman, bahwa Tuhan bekerja dibalik semua peristiwa kedukaan, kepahitan dan kegelapan hidup manusia, bahkan dibalik kerapuhan dan kepahitan seperti yang dialami Naomi. Diakhir cerita ini , Rut dan Naomi menjadi perempuan-perempuan yang berbahagia, karena melalui pernikahan Rut dengan Boas, lahirlah Obed. Dari Obed lahirlah Isai, dari Isai lahirlah Daud.

Keempat, Rut menunjukkan karakter kesetiaan sejati, yaitu kesetiaan yang tidak dipengaruhi oleh situasi dan kondisi yang buruk sekalipun. Kesetiaan Rut kepada keluarga Elimelekh tetap sama, baik ketika Elimelekh dan kedua anak laki-lakinya masih hidup maupun ketika mereka semua sudah meninggal.(RS)
Refleksi:
Sudahkah kita menghormati dan menjadi sahabat bagi orang tua kita, juga mertua kita ketika mereka masih hidup?