NAOMI :HABIS GELAP TERBITLAH TERANG (Rut 1:20- 22, 4:14-17)

“Tetapi ia berkata kepada mereka: “Janganlah sebutkan aku Naomi; sebutkanlah aku
Mara, sebab Yang Mahakuasa telah melakukan banyak yang pahit kepadaku.”
(Rut 1:20)

Kitab Rut 1:1-22 menceritakan Naomi yang perjalanan hidupnya sebagian besar diwarnai dengan kesusahan, penderitaan dan kepahitan; namun pada akhirnya ia mengalami kemerdekaan dan kebahagiaan. Naomi arti namanya adalah yang tercinta dan yang manis. Namun, pengalaman perjalanan hidupnya tidak semanis arti namanya, tetapi sebaliknya. Hidupnya diwarnai dengan kesengsaraan dan penderitaan sama seperti arti “Mara”. Naomi seorang perempuan yang sarat dengan kepahitan, kesengsaraan dan penderitaan. Apa buktinya? Pertama, tidak lama setelah
keluarga Naomi tinggal menetap di bangsa Moab, Elimelekh suaminya meninggal. Kehilangan suami sebagai kepala rumah tangga berarti kehilangan seorang pelindung baginya. Kedua, tidak lama kemudian, anaknya laki-laki Mahlon dan Kilyon juga meninggal. Jika mengacu pada arti nama keduanya, yang artinya sakit dan lemah kemungkinan mereka meninggal karena sakit dan kelemahan tubuh. Bagi Naomi peristiwa kematian kedua anaknya adalah kepahitan hidup yang kedua. Anak lelaki adalah generasi penerus yang akan mewarisi keturunan dari sang ayah. Hal ini tentu sangat menyakitkan bagi Naomi. Ketiga, Setelah kematian suami dan kedua anaknya, Naomi kehilangan harta dan kekayaan, ia menjadi miskin, karena suami dan kedua anaknya yang menjadi tulang punggung keluarga telah tiada.

Apa yang dapat kita pelajari dari ceritera seorang Naomi? Pertama, kita sering diizinkan Tuhan untuk menghadapi dan mengalami peristiwa kehidupan yang tidak kita inginkan atau harapkan. Meskipun berat, Naomi menjalani kehidupan itu bersama dengan Tuhan. Itulah sebabnya ia pulang ke bangsanya, pulang ke Allahnya di Yehuda. Kedua, kegagalan, kepahitan, kegelapan hidup yang kita alami dapat dipakai oleh Tuhan untuk mengalami kuasaNya, pemeliharaanNya dan pertolonganNya. Ketiga, Rut 1:21…. Dengan tangan yang kosong Tuhan memulangkan aku. Pentingnya menyadari keadaan, kemudian cepat kembali kepada Tuhan sumber kehidupan dan sumber berkat. Keempat, Allah berdaulat atas seluruh kehidupan kita. Allah berdaulat memberikan sesuatu untuk kita, tetapi Allah juga berdaulat mengambilnya. (RS)
Refleksi:
Mengalami kegagalan, kepahitan, dan kesusahan hidup lainnya, percayalah bahwa Tuhan dapat mengubahnya menjadi sesuatu yang indah, membahagiakan dan menjadi berkat bagi diri kita maupun orang lain