NUH : BERANI TAMPIL BEDA (Kejadian 6:7-10)

Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara
orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.
(Kejadian 6:9)

Sepak terjang Ahok di dunia politik dan pemerintahan begitu fenomenal dan
memberi inspirasi. Mengapa memberi inspirasi dan menjadi tokoh fenomenal? Jawabannya, Ahok adalah pejabat tinggi pemerintah yang berani tampil beda. Meskipun dia harus menjadi tahanan, itu adalah bagian dari konsekuensi berani tampil beda sebagai pejabat publik

Kejadian 6:5-7a menyatakan betapa kecewanya Allah melihat perilaku manusia “Ketika dilihat Tuhan, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, maka menyesallah Tuhan, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi dan hal itu memilukan hatiNya. Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi,…” Pada zaman Nuh, masyarakat tidak bermoral , serta tidak mengerti, memutar-balikkan dan memperkosa kebenaran. Ketika kondisi moral masyarakat yang hancur seperti itu ternyata masih ada orang yang hidupnya tidak sama dengan masyarakat pada umumnya. Orang itu adalah keluarga Nuh. Nuh berperilaku melawan arus, melawan ketidakbenaran, melawan kebobrokan moral. Nuh berani tampil beda. Kemungkinan besar orang-orang pada waktu itu melihat perilaku Nuh dan keluarganya sebagai orang aneh, keluarga aneh karena perilakunya tidak lazim seperti orang-orang pada umumnya. Apalagi ketika Nuh dan keluarganya membuat bahtera di atas bukit. Namun demikian, Tuhan melihat Nuh sebagai orang yang benar dari orang-orang sezamannya. Melalui air bah Allah memusnahkan manusia yang bejat dan tidak bermoral, dan Allah menyelamatkan keluarga Nuh melalui bahtera. Pelajaran apa yang dapat kita renungkan bersama? Pertama, Allah adalah Allah yang adil. Ia akan menghukum siapa saja yang bersalah dan melakukan kejahatan. Keadilan Allah tidak pandang bulu, ini berlaku untuk siapa saja. KeadilanNya tidak dibatasi oleh status, jabatan dan embel-embel lainnya. Kedua, Tuhan menghendaki umatNya berani tampil beda dimanapun berada, dalam situasi apapun. Beda dalam hal ini, karakter yang benar, perilaku yang benar, sikap dan perkataan yang benar, dan seluruh kehidupan yang diselaraskan dengan kebenaran firmanNya. Ketiga, orang benar akan diselamatkan oleh Tuhan dengan cara Tuhan sendiri. Orang benar tidak perlu takut dan cemas ketika kebenaran dianiaya, diperkosa dan diintimidasi. (RS)
Refleksi:
Sudahkah kita menampilkan kehidupan yang benar di tengah-tengah keluarga kita, di tengah-tengah pekerjaan kita, di tengah masyarakat kita berada.