DAUD : SI PENAKLUK RAKSASA (I Samuel 17:40-58)

Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: “Engkau mendatangi aku dengan
pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama
TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu.
(1 Samuel 17:45)

Kecil-kecil cabe rawit , peribahasa ini sering kita dengar. Pesan dari peribahasa ini jelas bahwa yang kecil ini tidak boleh diabaikan. Ia dapat sangat pedas bahkan dapat mengalahkan semua rasa. Bagaimana peribahasa ini dibandingkan dengan cerita Daud yang kecil mengalahkan Goliat yang besar.

Siapakah Goliat? Goliat adalah panglima tentara Filistin dari Gat , panglima tentara yang paling ditakuti oleh bangsa-bangsa sekitar bangsa Filistin, dan juga ditakuti tentara Israel. Goliat mungkin adalah keturunan dari sisa orang Refaim yang terkenal sebagai orang-orang raksasa, namun sebagian dibasmi oleh bani Amon . Ulangan 2:20- 21, menggambarkan Goliat dengan tinggi badan 3,2 meter, seorang panglima tentara yang kuat dan belum ada yang bisa mengalahkannya. Siapakah Daud? Daud adalah anak bungsu Isai dari delapan bersaudara. Arti nama Daud adalah pemimpin atau kepala. Daud dari kecil menjadi gembala ternak. Daud bertarung dengan Goliat satu lawan satu, Daud mengalahkan dan membunuh Goliat. Cara mengalahkan Goliat bukan dengan pedang tombak, atau anak panah, tetapi dengan ketapil, aneh tapi nyata.

Pelajaran apa yang bisa kita renungkan dari Daud dalam ceritera ini? Pertama, Daud mengandalkan Tuhan sebagai kekuatannya, sebagai penyelamatnya. Itulah sebabnya Daud berkata: “engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama Tuhan semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kau tantang itu. Hari ini Tuhan akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku….” Inilah iman Daud. Kedua, Daud adalah seorang pemuda yang berani menghadapi bahaya apapun, termasuk tidak takut kepada Goliat. Goliat ditantang oleh Daud untuk berduel dengannya. Sebenarnya Daud punya alasan untuk takut kepada Goliat; seperti: Daud bukanlah seorang tentara yang sudah dilatih secara tehnik untuk berperang; dia hanyalah seorang gembala ternak saja. Dari sisi usia, dia masih sangat muda, sangat minim pengalaman, apalagi pengalaman untuk berperang. Ketiga, Daud adalah pribadi yang tulus hati dan rendah hati. Karakter inilah yang memikat hati Tuhan sehingga Tuhan memilihnya menjadi raja menggantikan Saul. Keempat, yang bodoh, lemah, hina, dan tidak terpandang oleh dunia ini dapat dipilih dan dipakai Allah untuk memalukan dunia, untuk menyatakan kuasa dan keagungan Allah. (RS)
Refleksi:
Yang kecil, hina, bodoh, dan tak berarti ini bila mengandalkan Tuhan, m dapat mengalahkan dunia ini, mempermalukan dunia yang penuh dengan keangkuhan ini.