DAMPAK PENGAMPUNAN

Kamis, 23 Oktober 2014

DAMPAK PENGAMPUNAN (2 Korintus 2:10-11)

“ Sebab barangsiapa yang kamu ampuni kesalahannya, aku mengampuninya juga. Sebab jika aku mengampuni,- seandainya ada yang harus kuampuni –, maka hal itu kubuat oleh karena kamu di hadapan Kristus,” (2 Korintus 2:10)

Dalam suatu seminar bagi para guru dan pengajar, seorang pembicara
menceritakan suatu kisah yang dialami oleh rekannya sesama pengajar. Ada seorang murid yang mengalami kesulitan dalam satu mata pelajaran dan mendapatkan nilai yang buruk. Suatu hari, sang guru berbincang-bincang dengan murid itu. Sang murid mengatakan bahwa ia tidak menyukai pelajaran itu dan hanya berusaha menghafal untuk sesaat lalu segera melupakannya. Sang guru menggali lebih dalam lagi, apa yang menyebabkan sang murid membenci pelajaran tersebut. Akhirnya sang murid bercerita bahwa ia pernah dipermalukan oleh seorang guru di hadapan teman-temannya saat ia masih di bangku sekolah dasar karena ia tidak bisa mengerjakan soal. Hal itu membekas dalam hatinya dan sejak saat itu ia membenci mata pelajaran tersebut. Lewat cerita itu, sang guru mengetahui bahwa akar permasalahannya adalah kebencian sang murid kepada gurunya. Sang guru lalu memberi masukan kepada sang murid bahwa jika ia ingin berhasil dalam mata pelajaran ini maka hal yang perlu dilakukan adalah mengampuni guru yang pernah melukai hatinya. Sang murid lalu pulang dan mulai memikirkan hal itu. Selang beberapa waktu, murid tersebut memutuskan untuk memaafkan gurunya. Sedikit demi sedikit, nilainya untuk mata pelajaran ini mulai meningkat dan akhirnya ia bisa memperoleh hasil yang maksimal di akhir tahun.

Menahan pengampunan bagi orang lain akan membawa dampak bagi hidup kita. Jika kita memberi pengampunan maka kita tidak membuka celah bagi iblis untuk mengganggu dengan pikiran dan emosi yang negatif. Alkitab menyatakan: “Sebab jika aku mengampuni,–seandainya ada yang harus kuampuni–,maka hal itu kubuat oleh karena kamu di hadapan Kristus, supaya Iblis jangan beroleh keuntungan atas kita, sebab kita tahu apa maksudnya”(10-11). Saat kita mengampuni berarti kita: “menaruh masalah itu di tangan Allah, setuju dengan Dia bahwa setiap pembalasan
adalah hakNya, bukan hak kita; tidak membiarkan diri kita memberi respon negatif & berdosa, dan menutup celah untuk membangun kepahitan” (John Nieder & Thomas M. Thompson). Janganlah kita tunda apa yang Tuhan ingin kita lakukan pada hari ini. (CA)

Refleksi :
Masih adakah pengampunan yang tertunda untuk diberikan pada orang lain?