DIPULIHKAN UNTUK MEMULIHKAN

Senin, 27 Oktober 2014

DIPULIHKAN UNTUK MEMULIHKAN

“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah” (Roma 8:28)

Saat berjalan memasuki pintu-pintu besi di Lembaga Pemasyarakatan khusus wanita di kota Oregon, Stormie Omartian sempat merasa gentar dan ragu-ragu apakah berbagi kisah hidupnya dengan para wanita yang menjadi warga binaan LP adalah keputusan yang benar. Dengan kekuatan dari Tuhan, akhirnya Stormie memantapkan hatinya untuk berbicara dengan para wanita yang telah berkumpul di suatu ruangan lalu mulai bercerita tentang masa kecilnya yang kelam akibat penganiayaan fisik dan verbal dari ibunya. Hidupnya sebagai anak yang tertolak dan tidak dikasihi, lalu jatuh dalam berbagai dosa, kecanduan obat, melakukan aborsi, mencoba bunuh diri sehingga hidupnya hancur berantakan. Ketika mengenal Yesus, ia mulai mengalami pemulihan dan damai yang sejati karena Yesuslah Penebus yang sanggup memulihkan segala macam luka dan kepedihan bahkan mengubahnya menjadi sesuatu yang berarti. Yesuslah yang memampukan Stormie untuk memaafkan dan berdamai dengan keluarganya. Di akhir pembicaraan, Stormie menutup matanya dan melantukan sebuah lagu yang Tuhan nyatakan baginya. Saat ia membuka mata, nampak hampir semua wanita yang hadir meneteskan air mata. Tuhan menyatakan kuasaNya, Tuhan melembutkan hati mereka dan menjadi jawaban atas kebutuhan mereka. Tuhan sanggup memulihkan hidup yang hancur dan memakai orang-orang yang telah dipulihkan untuk menjadi berkat bagi orang lain sekalipun lewat proses panjang. Itulah kisah dari bab terakhir yang tertulis dalam buku ”Stormie: A Story of Forgiveness and Healing”(1986).

Allah rindu untuk memakai orang-orang yang telah dipulihkan untuk menjadi instrumen kasih Allah bagi orang lain. Orang yang telah mengalami pemulihan dari kesedihan, penderitaan, kepedihan dan luka hati adalah orang-orang yang tepat untuk menolong, menghibur, menguatkan dan mengangkat orang lain yang mengalami hal yang serupa. Segala yang Tuhan izinkan terjadi dalam hidup kita tidak akan menjadi sia-sia karena Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan. Kiranya Tuhan menolong kita untuk menjadi saluran berkat bagi orang lain. (CA)

Refleksi :
Apakah yang dapat kita lakukan untuk menjadi berkat bagi orang lain?