TOLAK LUPA

Jumat, 1 Nopember 2014

TOLAK LUPA

“Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita. Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan” (II Petrus 1:8-9)

Dalam sebuah perjalanan melintasi rel kereta api di Bandung, mata saya tiba tiba tertuju pada sebuah tulisan di tembok yang berbunyi ‘tolak lupa’. Rasa penasaran saya akhirnya terjawab setelah saya membaca bagian lain pada tembok tersebut yang berisi uraian singkat tentang berbagai peristiwa kelam yang pernah dialami oleh bangsa Indonesia. Ternyata itulah cara si penulis untuk tidak melupakan apa yang pernah terjadi atas bangsa ini, sekaligus mengingatkan setiap orang yang melintasi jalan tersebut agar tidak melupakan sejarah penting yang pernah dialami oleh bangsa Indonesia.

Penyakit ‘lupa’ pasti pernah dialami oleh semua orang. Lupa dengan nama seseorang, lupa mengerjakan sesuatu, lupa dimana meletakkan barang, bahkan lu pa akan jasajasa orang yang pernah me nolong kita. Namun penyakit lupa yang paling parah dan harus dihindari adalah ‘lupa’ akan kasih Kristus. Ketika kita lupa akan kasih Kristus, maka niscaya kita juga akan lupa dengan perbuatan-perbuatan yang ajaib-Nya dalam hidup kita.

Dalam Perjanjian Lama, kita menemukan bahwa berulang kali Tuhan meng  ingat kan bangsa Israel akan besarnya kasih Tuhan bagi mereka. Tuhan mengingatkan akan status mereka dulu, yaitu sebagai bu dak-budak di Mesir dan hanya Tuhanlah yang empunya langit dan bumi; Allah Abraham, Ishak, dan Yakub yang telah mem  bebaskan me  reka. Tuhan ingin agar mereka mengasihi dan me  ngan dal kan-Nya serta tidak berpaling kepada ilah-ilah lain. Namun yang terjadi adalah 10 kali umat-Nya mencobai dan meragukan kasih Tuhan (Bilangan 14). Bangsa Israel lupaakan kasih
dan perbuatan-perbuatan ajaib Tuhan yang telah mereka alami.

Tuhan tidak menginginkan kita melupakan kasih-Nya yang luar biasa. Kasih Tuhanlah yang menggerakkan Tuhan bekerja di tengah-tengah manusia. Hanya karena kasih, maka Yesus menjelma sebagai manusia dan menyelamatkan kita (Yohanes 3:16). Salib adalah bukti nyata betapa sempurnanya kasih Tuhan kepada kita. “…betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus,” (Efesus 3:18).Dengan selalu mengingat akan kasih Kristus, maka kita pun akan senantiasa ingat
akan pengorbanan-Nya. (YG)

Refleksi :
Janganlah melupakan kasih Kristus dalam hidupmu!