TAKUT AKAN TUHAN

Kamis, 20 Nopember 2014

TAKUT AKAN TUHAN
Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang.” (Pengkhotbah 12:13)

Sebuah tulisan “Hidup bukan karena hari tetapi hidup karena arti” merupakan gambaran betapa berharganya makna kehidupan ini. Tidak sedikit orang yang tidak tahu mengapa dan untuk apa ia hidup di dunia ini. Sebagai ciptaan sudah sepatutnya bertanya kepada Sang Khalik apa tujuan hidupku di dunia ini? Setiap orang seharusnya sadar bahwa ia bertanggung jawab di hadapan Tuhan.

Dalam kitab pengkhotbah, Salomo mulai dengan penilaian yang sinis tentang hidup sebagai sia-sia dan berakhir dengan nasihat serius tentang makna hidup. Pernyataan takut akan Tuhan dan memegang perintah-Nya merupakan sebuah kesatuan. Ini berarti senantiasa mengutamakan Tuhan dan melakukan hal-hal yang berkenan kepada-Nya adalah suatu keharusan bagi setiap pengikut Kristus. Takut akan Tuhan dan memelihara perintah-Nya merupakan penyataan hidup dengan Tuhan dan untuk Tuhan. Di dalam kesementaraan dan ketidaksempurnaan hidup, Solomo menyimpulkan bahwa hidup dengan dan untuk Tuhan merupakan satu-satunya cara dan alasan untuk hidup. Hidup kita di dunia ini akan bermakna bila kita menjalaninya dalam takut akan Allah. Allah akan menghakimi setiap perbuatan kita seturut keadilan dan kebenaran-Nya. Apakah gunanya kepuasan selama hidup yang singkat di dunia ini bila kelak kita menerima penghukuman kekal? Keinginan memaanfaatkan hidup dengan berdampak bagi kekalan menjadi gol dan gaya hidup bagi setiap anak-anak Tuhan. Karena itu, marilah kita menjalani hidup dengan senantiasa berfokus pada kekekalan.

Sebagai warga UKM, mari kita memprioritaskan hal-hal yang dapat menghasilkan sesuatu yang dapat menjadikan hidup kita hanya dan untuk Allah sehingga menghasilkan damai sejahtera hidup sekarang sampai Maranatha. (RAP)

Refleksi: 
Investasikan hidup yang singkat dengan takut akan Allah untuk kekekalan.