SALING MEMPERHATIKAN

Senin, 24 November 2014

SALING MEMPERHATIKAN
“ Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik” (Ibrani 10:24)

Dalm suatu acara talk-show, dilakukan wawancara kepada beberapa mantan tawanan perang Amerika. Kepada mereka, ditanyakan metode efektif apakah yang pernah dilakukan musuh yang membuat mereka patah semangat. Penyiksaan secara fisik, perampasan harta benda bahkan ancaman dibunuh tidak membuat mereka terlalu patah semangat dibandingkan mereka disendirikan. Kesepian, dipisahkan sendirian dalam satu sel, disatukan dengan orang yang tidak dikenal atau sering dipindah-pindah justru membuat mereka cepat patah semangat. Lebih lanjut, dari pertanyaan yang diajukan, mantan tawanan perang itu mendapat kekuatan terbesar dari teman-temannya dalam satu unit sel yang kecil.

Pengalaman ini memberikan suatu wawasan kepada kita, mengapa orang Kristen perlu menjalin persekutuan dengan sesama orang Kristen untuk tetap setia kepada Tuhan. Persekutuan pribadi dengan Allah tetap penting, tetapi tidak cukup. Pendewasaan keimanan akan bertumbuh dalam persekutuan orang beriman. Dalam persekutuan kita dikuatkan untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang Allah kehendaki.
Apa yang dapat kita lakukan dalam menumbuhkan kedewasaan rohani kita ? Ibrani 10:25 menyatakan : ”Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan –pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.”

Terkadang kita merasa nyaman bersaat teduh secara pribadi, tetapi lewat pertemuanpertemuan ibadah yang dilaksanakan di kampus Universitas Kristen Maranatha Anda akan merasakan kekuatan dan hikmat dari Allah akan semakin mendewasakan kerohanian Anda tetapi juga mendewasakan kerohanian teman-teman Anda. (IH)

Refleksi :
Bersekutu bersama saudara seiman : menguatkan di saat kita lemah, menghibur di saat kita berduka dan menolong kita mencari kehendak Allah.