MENJALIN PERSAHABATAN

Selasa, 25 November 2014

MENJALIN PERSAHABATAN
“ Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran ” (Amsal 17:17)

Kita tidak dapat menambah waktu. Hanya tersedia 24 jam dalam sehari, atau 7 hari dalam seminggu. Seberapa pun kita berusaha, tidak dapat menambah hari ke 8 dalam setiap minggunya atau menambah 1 jam dalam 1 hari menjadi 25 jam. Jadi, masalahnya bukan bagaimana menambah waktu, tapi bagaimana menggunakan waktu tersedia secara bertanggungjawab. Bagaimana menggunakan 1,440 menit dalam sehari menentukan kualitas hidup.

Mari kita berhenti sejenak, dan merenungkan apa yang telah dilakukan sepanjang hari ini. Berapa banyak waktu yang digunakan untuk tidur, bekerja, dan olahraga ? Berapa banyak pula waktu yang kita gunakan untuk belajar, pelayanan ? Masih banyakkah waktu luang atau waktu kita untuk bersantai ? Pertanyaan berikut, adakah waktu yang disediakan untuk menjalin persahabatan ? Seorang penulis terkenal, Les Parrot III pernah menyatakan bahwa menyediakan waktu untuk menjalin persahabatan akan sangat bermanfaat. Ia mengatakan : ”mengabaikan persahabatan tidak hanya
menurunkan kualitas hidup Anda, tetapi juga menimbulkan gangguan kesehatan.” Amsal Salomo pun mendukung pernyataan tersebut, seorang sahabat dapat menjadi saudara, bahkan kasihnya melebihi seorang saudara. Ada banyak hal yang dapat diceritakan, bagaimana seorang sahabat bersedia melakukan apa saja untuk sahabatnya. Yesus menyebut dirinya sebagai sahabat. ”Aku tidak menyebut kamu lagi hamba … tetapi Aku menyebut kamu sahabat” (Yoh. 15:15). Dan ia rela mati untuk menebus dosa sahabat-sahabat-Nya.

Pasti ada waktu yang dapat dimanfaatkan di kampus ini untuk menjalin persahabatan dengan seorang teman atau dengan beberapa teman. Temukan dan dapatkan betapa indahnya persahabatan yang terjalin. (IH)

Refleksi :
Tak ada orang Kristen tinggal sendirian di pulau. Ada banyak orang yang akan
mengulurkan tangan untuk mulai menjalin persahabatan.