PEMIMPIN YANG KOMUNIKATIF

Rabu, 26 November 2014

PEMIMPIN YANG KOMUNIKATIF
“ Jikalau tidak ada pimpinan, jatuhlah bangsa, tetapi jikalau penasehat banyak, keselamatan ada” (Amsal 11:14)

Dalam makalahnya Jewangoe mengungkapkan bahwa kepemimpinan Kristen tidak dapat dijalankan secara otoriter, bersikap sebagai tuan dan mau menang sendiri, sebagaimana Yesus berkata, “Siapa yang mau besar, mesti kecil. Siapa yang mau menjadi tuan, mesti menjadi hamba.” Jewangoe berpandangan bahwa siapapun yang mengabdi kepada kebaikan umat Tuhan dan seluruh anak bangsa, pantas dianggap sebagai pemimpin Kristen. Kepemimpinan Kristen tidak bisa hanya dikaitkan pada kaum teolog saja. Lebih lanjut, kaum teolog harus memperluas wawasan kemasyarakatannya dan para pemimpin awam juga harus memperluas wawasan teologisnya. “Singkatnya, Bangsa Indonesia memerlukan pemimpin yang dilengkapi baik secara teologis maupun kemasyarakatan, memiliki pemahaman mendalam tentang berelasi, mampu mereinterpretasikan “Kabar Baik” kepada segala makhluk.

Pentingnya sebuah pimpinan, sebuah bimbingan, atau sebuah tuntunan. Jelas, tanpa pimpinan, kita hancur. Tanpa bimbingan, kita akan kocar-kacir. Tanpa tuntunan dan petunjuk, kita akan tersesat. Saat ini diperlukan figur pemimpin yang komunikatif, berintegritas, dan mampu bertindak sebagai problem solver, bukannya menjadi part of the problem. Sebuah pimpinan jelas datang dari pemimpin, orang yang memimpin, atau dengan kata lain orang yang memberi bimbingan dan petunjuk. Jika seorang pemimpin adalah seorang yang bebal, maka bimbingan yang kita dapat pun juga bebal. Dan jelas, itu bukanlah bimbingan yang benar. Jika pemimpin kita adalah orang
yang tidak kasih, maka jelas bimbingan yang keluar dari mulutnya pun juga tidak akan dilandasi oleh kasih. Lantas, siapakah pemimpin yang memberikan bimbingan yang benar, bimbingan yang penuh dengan kasih, yang jelas akan membawa kita pada jalur yang benar? Ya, Dialah Allah. Allahlah pemimpin yang sejati, yang penuh kasih. Tuntunan dan bimbingan-Nya membawa kita kepada ketenteraman ( Amsal 11:14 ). (AE)

Refleksi:
Marilah kita belajar dan meneladani Dia yang sudah memimpin dan membimbing kita dengan penuh kasih. Marilah kita belajar memimpin diri sendiri dan orang lain sebagai pemimpin yang komunikatif, berintegritas.