SALAH SANGKAKU TERHADAP KEPEDULIANNYA

Selasa, 16 Desember 2014

SALAH SANGKAKU TERHADAP KEPEDULIAN-NYA

“Aku menyangka dalam kebingunganku: “Aku telah terbuang dari hadapan mataMu.” Tetapi sesungguhnya Engkau mendengar suara permohonanku, ketika aku berteriak kepada-Mu minta tolong.” (Mazmur 31: 23)

Dalam keadaan tidak normal, dan membingungkan, memang sering seseorang salah sangka. Pemazmur menyadari bahwa kondisinya tidak bersih, ia adalah orang berdosa di hadapan kekudusan TUHAN Allah. Tatkala penderitaan, kesulitan hidup mendatangi Pemazmur, ada musuh yang merencanakan pembunuhannya – yang membuat Pemazmur bingung, dan sekaligus merasa sebagai orang yang berdosa, ia langsung menyimpulkan bahwa TUHAN Allahnya telah “membuangnya” dari hadapan mata-Nya. Dan hal ini membuat hidupnya dalam ambang kehancuran. Jadi dosanya terhadap TUHAN Allahnya, membuat TUHAN tidak pernah akan memedulikannya lagi. Ketidakpedulian-Nya ini dibuktikan dengan hadirnya penderitaan, kesulitan dan aneka upaya menghancurkan hidupnya. TUHAN mengabaikan permohonan dan keluhan Pemazmur.

Tiba-tiba Pemazmur dalam perenungan terhadap seluruh hidupnya, bukan sepenggal pengalamannya saat itu (yang sedang dipenuhi derita), ia sadar bahwa dia “salah sangka”. Pengalaman hidupnya adalah ketika ia berteriak minta tolong kepada-Nya, TUHAN Allah sesungguhnya terbukti mendengar permohonannya.

Bukankah kita juga sering salah sangka terhadap kesetiaan kepedulian-Nya. Padahal sudah jelas terbukti dalam hidup kita, bahwa Yesus mati tatkala kita masih berdosa (Roma 5:8), bukan setelah hidup kita kudus dan taat kepada TUHAN Yesus – kalau demikian mari tetap kita naikkan Mazmur pujian ke hadirat-Nya. (HW)

Refleksi :
Pujilah TUHAN Allah terus menerus karena kepedulian-Nya juga terus menerus tanpa jeda.