KEMARAHAN YANG MENYATAKAN KEPEDULIAN

Jumat, 5 Desember 2014

KEMARAHAN YANG MENYATAKAN KEPEDULIAN

“ Maka sangat marahlah aku, ketika kudengar keluhan mereka dan berita-berita itu. ….Tidaklah patut apa yang kamu lakukanitu! Bukankah kamu harus berlaku dengan takut akan Allah untuk menghindarkan diri dari cercaan bangsa-bangsa lain, …..” (Nehemia 5: 6, 9)

Memanfaatkan kesulitan/kesempitan orang lain sebagai kesempatan untuk
mengambil untung yang sebesar-besarnya, bukan hanya terjadi di jaman ini
saja, tetapi telah terjadi di jaman Nehemia, saat dia berupaya memperbaiki
tembok benteng Yerusalem, 2400 tahun yang lalu. Pekerja bangunan, selain bekerja membangun juga harus membawa senjata, karena gangguan dari musuh yang mengacaukan pembangunan itu. Kesulitan bertambah, karena rakyat, termasuk para pekerja bangunan mengalami kelaparan. Mereka dan keluarga harus menggadaikan rumah, kebun anggur, pinjam uang dengan riba, menjual anak menjadi budak demi gandum untuk makan kepada orang Yahudi sebangsanya yang kaya. Keluhan ini membuat Nehemia marah dan menegur ketidak-patutan kelakuan mereka terhadap orang sebangsanya yang mengalami kesulitan. Kemarahan ini memperlihatkan kepedulian Nehemia. Kepeduliannya bukan hanya dalam membangun kembali tembok Yerusalem, tetapi juga situasi sosial masyarakat Yahudi di Yerusalam. Landasan kemarahan kepedulian Nehemia jelas yaitu perilaku kaum kaya yang tidak takut TUHAN dan ini akan mendatangkan cercaan dan hinaan dari bangsa yang memusuhi mereka.

Bagaimana dengan kita, pernahkah kita menyampaikan teguran melalui kemarahan kita seperti kemarahan Nehemia? Teguran yang memperlihatkan kepedulian terhadap situasi sivitas akademika yang tidak mencerminkan sikap hidup yang takut akan TUHAN dan mendatangkan cercaan, ejekan orang banyak atas penggunaan kata “Kristen” di kampus kita? Apakah kita, sebagai pejabat struktural, sebagi pejabat yayasan, sebagai staff pengajar, pemimpin biro, melakukan pembiaran perilaku yang tidak mencerminkan sikap hidup yang takut akan TUHAN? Bahkan kita juga ambil bagian dalam perilaku yang tidak mencerminkan sikap hidup yang takut akan TUHAN, yaitu mencari keuntungan dengan memanfaatkan penderitaan/kesulitan/keluhan rekan kerja, mahasiswa – semoga tidak. (HW)

Refleksi :
Teguran melalui kemarahan adalah baik jika memiliki alasan yang “suci” seperti teguran kemarahan Nehemia.