CARA MENJAWAB YANG MENUNJUKKAN “DAYA TAHAN” KEPEDULIAN

Senin, 8 Desember 2014

CARA MENJAWAB YANG MENUNJUKKAN “DAYA TAHAN”
KEPEDULIAN

“Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah” (Amsal 15:1)

Kepedulian biasanya harus diiringi oleh kesetiaan, dan kesabaran. Contoh nyata, adalah oma teman saya. Opa teman saya itu mengalami penyakit pikun, salah satu “kegemarannya” adalah bertanya “sekarang, jam berapa?” setiap 10-20 menit, sambil berjalan memandang jam dinding di ruang makan. Di pagi hari, sekali dua kali, oma menjawab dengan lembut, singkat dan benar, misalnya, jam 8 (pagi). Setelah opa bertanya ke lima kali, maka oma akan memberi jawab agak panjang, yaitu: “ baru tadi ‘kan sudah dikasih tahu!”, jawaban oma yang lemah lembut mulai luntur. Dan di akhir hari, oma biasanya mulai mendiamkan (tanda geram), bersikap “pedas” tidak memberi jawab, jika opa bertanya tentang hal yang sama. Esok harinya dimulai skema yang sama perjalanan pertanyaan opa ke oma, dan ini berlangsung sampai oma berangkat ke sorga dulu.

Bagaimana perjalanan kepedulian anda dan saya? Apakah jawaban “lemah lembut” masih ada di dalamnya atau sudah menjadi “pedas”?. Kita semua tahu bahwa “stamina” kepedulian terhadap kasus tertentu (misalnya di dalam pendampingan pemulihan orang yang sakit jasmani, apalagi sakit jiwani) diuji.

Dan kita menyadari bahwa kesabaran dan daya tahan (kesetiaan) itu ada batasnya, dan itu tandanya jelas dalam kata-kata atau sikap kita memberi jawaban kepada kondisi orang yang perlu kepedulian kita. Dan keadaan itu sering membuat cara berkata-kata, atau sikap kita memberi jawaban berubah dari lemah-lembut di awal menjadi kata-kata pedas yang membuat marah dan menambah sakit seseorang yang butuh peduli kita. Menyadari realita keterbatasan itu, maka kita perlukan kepedulian TUHAN untuk menolong kita mampu bertahan dengan kata-kata jawaban yang lemah lembut. (HW)

Refleksi :
TUHAN selalu memberi jawaban lembut atas pertanyaan, bahkan pemberontakan yang kita buat – bersyukurlah.