PUT OFF ……. PUT ON

Selasa, 9 Desember 2014

PUT OFF . . . PUT ON

But now ye also put off all these; anger, wrath, malice, blasphemy, filthy
communication out of your mouth. . . . ye have put off the old man with his deeds; And have put on the new [man] (Colossians 3:8- 10: KJV Bible)

Seorang ibu yang saleh bercerita bahwa beliau pernah marah dan tidak membereskan amarahnya di hari yang sama. Besoknya, waktu beliau pergi
mengendarai mobil, mobilnya mengalami kecelakaan. Roh Kudus mengingatkan dia bahwa kemarahan harus dibereskan sebelum tidur. Jika tidak beres, itu memberi kesempatan untuk Iblis bekerja. Dia merasa ditegur Tuhan bahwa dia justru membuka celah bagi Iblis karena dia tidak membereskan amarahnya sebelum dia tidur.

Kolose 3 ayat 8 berkorelasi dengan Efesus 4:26. Jangan sampai marahnya membawa ke dalam dosa. Jangan simpan amarah sampai matahari terbenam. Jangan simpan kemarahan di hati saat tidur lalu bangun tidur dengan hati yang belum dibereskan dari amarahnya itu. Menarik sekali, dan mengerikan sekali pula, bahwa ayat berikutnya menegur, jangan kita memberi kesempatan kepada Iblis (Efesus 4:27). Apabila pernyataan ini dikaitkan dengan ayat 26 tentang kemarahan yang tidak cepat diselesaikan, ternyata anak Tuhan pun bisa memberi kesempatan untuk Iblis bekerja
melalui dosa kemarahan. Dan jangan lupa bahwa kemarahan yang tidak diselesaikan bisa mengakibatkan masalah buat orang lain juga, bukan diri sendiri saja. Kemarahan bisa membuat batin orang lain terluka dari kata-kata yang diucapkan dari kemarahan, atau tabrakan mobil yang disebabkan kemarahan bisa membuat orang lain terluka berat secara fisik atau pun bisa saja merupakan tabrakan dengan akibat yang fatal.

Kolose 3 dan Efesus 4 dua-duanya memakai analogi menanggalkan (’put off’) pakaian lama dan mengenakan (’put on’) pakaian baru. Sebagai orang yang lahir baru, kita perlu menanggalkan kebiasaan dosa yang dulu. Tidak cukup menanggalkan lalu kita kedapatan kosong atau telanjang. Perlu kita mengenakan pakaian yang baru, dengan sifat dan perbuatan dan respons hati yang sesuai sebagai anak Tuhan. Sebelum tidur, kita suka put off pakaian yang dipakai seharian, yaitu pakaian yang kotor, dan put on pakaian yang fresh untuk tidur. Secara rohani, setiap saat kita perlu mengecek bahwa kita put off dosa melalui pengakuan dosa, dan put on pengampunan dan hati yang disucikan kembali dengan darah Yesus. (CG)

Refleksi :
Apakah saya menunjukkan bahwa saya masih memakai ’pakaian lama’ yang perlu ditanggalkan? Apakah saya memakai ’pakaian baru?