MEMULIAKAN TUHAN

Rabu, 10 Desember 2014

MEMULIAKAN TUHAN

“Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.” (Kolose 3:17)

Seorang Bapak gereja yang bernama Agustinus pernah berujar bahwa
“memuliakan Tuhan adalah kewajiban/keharusan.” Apa yang diucapkan oleh Agustinus ini mengingatkan setiap pengikut Kristus agar di dalam menjalankan seluruh kehidupannya haruslah memancarkan kemuliaan Tuhan. Maksudnya bahwa perkataan, sikap dan perbuatan yang akan dilakukan senantiasa dilandasi oleh kebenaran firman Tuhan. Dikatakan lebih jauh jangan sampai, tindakan, perbuatan dan sikap kita justru mempermalukan Tuhan. Memuliakan Tuhan menuntut sikap yang bijaksana. Memerlukan perenungan secara mendalam terhadap apapun yang kita lakukan. Pepatah lama mengatakan pikir dahulu bertindak kemudian. Menyadari akan hal tersebut maka setiap tindakan kita akan penuh pertimbangan dan “hatihati”. Sebab tindakan yang tidak sesuai dapat menjadi batu sandungan. Sekitar kita akan melihat dan menilai terhadap apapun yang kita lakukan.

Memuliakan Tuhan tidak cukup hanya melalui perkataan tapi harus diikuti tindakan nyata. Memuliakan Tuhan biasanya akan dibarengi dengan sikap mengucap syukur. Mengucap syukur untuk segala hal. Bukan saja untuk hal-hal yang baik yang kita terima tetapi juga untuk hal-hal yang tidak menyenangkan. Mengucap syukur bukan karena situasi atau kondisi yang sedang terjadi namun karena kasih dan kesetiaan Tuhan. Kasih dan kesetiaanNya yang akan menolong dan memampukan kita menghadapi segala sesuatu. Bukankah Rasul Paulus berkata “aku lemah tapi aku
kuat”.

Dalam kelemahan, kesadaran kita akan penyertaan dan pertolongan Tuhan semakin nyata. Hidup bersama Kristus tidak berarti semua akan berjalan baik-baik saja tetapi bersama Kristus setiap kita diberi kekuatan dan kemampuan menjalani kehidupan dengan memuliakan namaNya. (SG)

Refleksi :
Memuliakan Tuhan melalui sikap dan perbuatan.

MENGUCAP SYUKURLAH SENANTIASA

” Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.” (Kolose 3 : 17)

Selama ratusan tahun yang lalu semenjak ada sejarah manusia di muka bumi ini mereka selalu berusaha dengan berbagai cara untuk berterima kasih kepada Dia sebagai yang mencipta. Baik dengan puji-pujian, dengan berdoa atau mungkin dengan cara lain misalnya dengan bernazar. Salah satu bentuk ucapan syukur yang juga sering kita jumpai pada waktu-waktu tertentu yaitu ibadah syukur panen raya. Biasanya dapat kita jumpai di daerah pedesaan. Para jemaat dengan rasa antusias dan sukacita datang dari berbagai daerah sekitanya untuk berkumpul dan membawa hasil panen dari kebunnya masing-masing sebagai ucapan syukur kepada Tuhan yang telah memberkati hasil panen mereka.

Dalam bacaan kita hari ini, Kolose dengan jelas mengatakan bahwa ketika kita melakukan segala sesuatu yang berkaitan dengan kehidupan kita sehari-hari, janganlah lupa untuk mengucap syukur kepada Dia atas berkat dan penyertaanNya. Atau jangan-jangan sempat terlintas dalam benak kita bahwa semua yang dapat kita lakukan semata-mata karena kekuatan dan kemampuan kita. Ingatlah selalu, Tuhanlah yang sesungguhnya senantiasa menolong kita setiap saat apapun kondisinya.

Mengucap syukur bukan hanya dengan perkataan semata tetapi lebih kepada tindakan nyata di dalam hidup kita sehingga orang lain juga mengetahui bahwa kita adalah ciptaan-Nya yang tahu untuk berterima kasih kepada Dia dan memuliakan Dia lewat sikap dan tutur kata kita. (MW)

Refleksi :
Sudahkah kita hari ini mengucap syukur kepada Tuhan ?