KEPEDULIAN-NYA SEBAGAI KEPEDULIAN GEMBALA YANG BAIK

Rabu, 17 Desember 2014

KEPEDULIAN-NYA SEBAGAI KEPEDULIAN GEMBALA YANG BAIK

“TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau. Ia membimbing aku ke air yang tenang.
Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar
oleh karena nama-Nya” (Mazmur 23: 1-3)

Seseorang dapat menceritakan tentang kepedulian TUHAN Allah kepada dirinya melalui berbagai bentuk narasi/kisah. Kita bisa menceritakan kepedulian TUHAN dalam perjalanan hidup melewati krisis masa remaja. Atau kepedulian TUHAN tatkala diri merindukan seorang pendamping hidup. Kepedulian TUHAN di saat berusaha memperoleh pekerjaan.

Ada gambaran yang indah tentang kepedulian TUHAN Allah yang dinyanyikan oleh Pemazmur dengan lengkap, utuh. Kepedulian TUHAN Allah terhadap hambaNya dilukiskan oleh Daud Pemazmur sebagai Gembala yang peduli domba-Nya. Gembalanya begitu baik sehingga ia tidak kekurangan, membaringkan dirinya di rumput hijau, membimbingnya ke air yang tenang, yang menyegarkan jiwanya. Dan Gembalanya yang baik itu menuntunnya di jalan yang benar oleh karena nama-Nya (karakter benar, kudus-Nya), bukan cuma supaya domba-Nya bebas dari masalah karena sesat jalannya.

Perjalanan hidup, perjalanan melewati berbagai tahapan pertumbuhan psikis dan fisik, perjalanan kerja, perjalanan kehidupan pernikahan, bukanlah perjalanan yang lurus-mulus tanpa rintangan dan hambatan. Di sepanjang perjalanan itu, seharusnya, kita memiliki kepastian seperti Pemazmur, bahwa ada Gembala yang baik dalam perjalanan itu, yaitu TUHAN Allah. TUHAN Allah seperti gembala yang begitu baik terhadap domba-Nya, sehingga kita yakin bahwa perjalanan itu menjadi perjalanan yang tidak menakutkan, perjalanan yang diiringi oleh kebajikan dan kemurahan, dan pasti membawanya sampai kerumah TUHAN. (HW)

Refleksi :
“My story is His story” – sejarahku adalah sejarah perjalanan bersama DIA