PANGGILAN UNTUK MEMUJI ALLAH

Kamis, 18 Desember 2014

PANGGILAN UNTUK MEMUJI ALLAH

“Dan lagi: “Pujilah Tuhan, hai kamu semua bangsa-bangsa, dan biarlah segala suku bangsa memuji Dia.” (Roma 15:11)

Ketika seseorang mengalami kesembuhan atau mujizat dari Tuhan, pertama kali yang keluar dari mulutnya yaitu, “Haleluya…Puji Tuhan…” Sukacita yang sangat besar karena kuasa Tuhan yang telah dialaminya.

Nyanyian pertama dalam Alkitab, dinyanyikan setelah bangsa Israel menyeberang Laut Merah, pada hakikatnya menjadi pujian dan ucapan syukur kepada Allah (Kel. 15). Musa memerintahkan orang Israel untuk memuji Allah atas kebaikan-Nya memberikan kepada mereka tanah perjanjian (Ul. 8 :10).Dalam PB rasul Paulus mengharapkan semua bangsa memuji Allah (Roma 15:11). Di dalam ayat 8-9, Kristus telah memungkinkan bangsa-bangsa non Yahudi memuliakan Allah karena rahmat-Nya. Ini merupakan salah satu penggenapan janji Allah kepada nenek moyang orang Yahudi bahwa keturunan mereka akan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa lain. Di dalam Kristus, bangsa-bangsa lain beroleh keselamatan sama seperti yang diterima oleh orang Yahudi, yaitu melalui iman.

Kita adalah orang-orang pilihan Allah yang sudah menerima anugerah keselamatan dari Kristus, dalam hidup kita seharusnya penuh dengan puji-pujian bagi Dia dan ucapan syukur. Bukan hanya keluhan saja yang kita ungkapkan kepada-Nya tetapi perkataan yang menyenangkan hati Tuhan. Sebagai warga kampus, kita boleh bersyukur dan memuji Tuhan karena kasih setia Tuhan dan penyertaanNya bagi UK. Maranatha yang akan menyambut ulang tahunnya yang ke 50 tahun seperti pemazmur berkata “Biarlah mereka memuji-muji nama-Nya dengan tari-tarian, biarlah mereka bermazmur kepada-Nya dengan rebana dan kecapi! Sebab TUHAN berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan.” (RDS)

Refleksi:
Sudahkah dalam kehidupan sehari-hari kita memuliakan dan memuji nama-Nya?