INJIL KABAR BAIK

Rabu, 21 Januari 2015

INJIL KABAR BAIK

Inilah Kabar Baik tentang Yesus Kristus, Anak Allah. (Markus 1:1)

Injil Markus adalah kitab yang ditulis, berisikan tentang kisah kehidupan Yesus Kristus, yang menurut perkiraan dan menurut catatan Gereja mula-mula ditulis dari penuturan langsung Rasul Petrus. Injil ini ditulis ditujukan untuk menjangkau masyarakat Yunani, atau bangsa-bangsa lain yang menggunakan bahasa Yunani pada saat itu, agar mereka bisa mengenal tentang berita tentang Yesus Kristus Anak Allah tersebut.
Sangat menarik bahwa pada awal kitab tersebut ditulis pada ayat pertama,
menjelaskan bahwa Yesus Kristus Anak Allah adalah euaggelionatau kabar
baik. Sebelumnya kita telah membahas bagaimana Allah menciptakan dunia ini dalam keadaan baik. Namun sayang dalam kisah selanjutnya hal tersebut dirusak keseluruhannya oleh dosa. Dosa memisahkan manusia dengan Allah. Rasul Paulus dalam suratnya pada jemaat di Roma menjelaskan betapa pesimisnya manusia yang hidup di dalam dosa. Mereka akan berakhir dengan kebinasaan sebab tidak ada satu dari mereka mencari Allah. Namun Injil itu mengatakan hal yang sangat menggugah
yakni dalam Yesus Kristus, Anak Allah itulah kabar baik.

Pertanyaan sekarang, seberapa jauh kita memahami bahwa Yesus adalah kabar baik? Atau bagaimana kita bisa mengintegrasikan hal tentang Yesus Anak Allah sebagai kabar baik dalam kehidupan kita atau kehidupan umat manusia?

Paling tidak ada dua hal penting yang dapat kita integrasikan, pertama Yesus sebagai jalan keselamatan yang diberikan Allah sebagai Anugerah, sesuatu yang diberikan, yang hanya Allah saja yang berkehendak; yakni sebagai suatu kekuatan Allah yang merubahkan kehidupan kita menjadi manusia yang lebih baik, berorientasi pada Injil Kerajaan Allah, yakni sebuah semangat pembaharuan hidup dari dalam menuju kepada sesama. Yang kedua adalah melihat keteladanan hidup Yesus selama Ia ada di
dunia ini dalam pengajaran dan pelayananNya, bagaimana Ia telah mendedikasikan seluruh hidupNya, setia hingga kesudahannya. Dan melalui kebenaran Firman hal tersebut diperhitungkan Allah sebagai kabar baik. (AT)

Refleksi:
Jika Yesus adalah benar kabar baik, hal baik apa yang sudah Anda terima dan bagikan kepada orang lain?